Berita Surabaya

Creativepreneur Day Ala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya Akan Digelar Rutin di Sekolah

Ke depan, pihaknya telah menyiapkan program pengembangan kerterampilan wirusaha siswanya secara berkala.

Creativepreneur Day Ala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya Akan Digelar Rutin di Sekolah
trubun jatim/luhur pambudi
Siswa SMP Muhammadiyah 4 Surabaya saat menjajakan makanan dan minuman keapda para pengunjung Taman Bungkul Surabaya, Minggu (21/7/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - SMP Muhammadiyah 4 Surabaya menggelar Creativepreneur yang diikuti 63 siswa baru di Taman Bungkul Surabaya, Minggu (21/7/2019).

Creativepreneur itu merupakan satu di antara agenda penerimaan siswa-siswi baru yang lazim digelar oleh pendidikan Muhammadiyah dengan istilah Forum Orientasi Ta’aruf Siswa (Fortasi).

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 4 Surabaya Asep Saputro menuturkan, Fortasi yang bertemakan pembelajaran wirausaha itu bertujuan untuk menanamkan mental mandiri, kreatif dan berani pada para siswa.

“Mengapa tema tahun ini ‘menumbuhkan jiwa creativepreneur’ supaya mereka bisa survive dan mandiri,” katanya.

Ia berharap, format Fortasi yang semacam ini bukan hanya sebatas membentuk siswa-siswinya istiqomah dalam hal ibadah, ataupun cakap dalam bidang akademis.

Namun juga memiliki pengalaman yang dapat digunakan untuk bekal menghadapi tantangan hidup dimasa mendatang.

“Walaupun mereka mungkin punya orang tua yang terbilang mampu, tapi mereka harus diajarkan untuk mandiri dan survive, punya usaha sendiri untuk kehidupan kedepan, dan tidak mengandalkan orang tua,” ungkap pria yang peroleh gelar sarjana Psikologi di IAIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Ke depan, pihaknya telah menyiapkan program pengembangan kerterampilan wirusaha siswanya secara berkala.

Sekali dalam setiap bulan, rencananya bakal mengadakan Creativepreneur Day di dalam lingkungan sekolah SMP Muhammadiyah 4 Surabaya.

“Kami sudah siapkan konsep itu. Yakni tiap satu bulan sekali, anak-anak akan kami ajak berjualan seperti ini di sekolah,” ungkapnya.

Ia mengaku optimistis dengan rencana tersebut, mengingat di sekolah yang dipimpinnya saat ini, ada kegiatan prakarya yang berorientasi pada Tataboga.

“Jadi anak-anak akan mengolah produk disitu, dan akan dijual mereka tiap bulan,” ujarnya.

“Kadang kauita bisa bikin, tapi kita gak bisa menjualnya. Menawarkan pada orang ‘Pak apakah mau’, itukan bukan suatu hal yang mudah bagi anak, apalagi masih kecil,” lanjutnya.

Melalui agenda bulanan itu, Asep berharap mental kreatif, mandiri dan berani pada para siswa siswinya makin terasah.

“Mamang kalau dilihat sekarang, mungkin gak bisa, tapi pengalaman ini akan berguna dan dapat dimanfaatkan entah ketika SMA atau kuliah, atau di kampus,” tandasnya. (Luhur Pambudi)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved