Berita Banyuwangi

560 Pelari Ikuti Banyuwangi Ijen Green Run yang Rutenya Penuh Tantangan

Event lari bertajuk Banyuwangi Ijen Green Run mengundang animo yang luar biasa

560 Pelari Ikuti Banyuwangi Ijen Green Run yang Rutenya Penuh Tantangan
SURYAOnline/Haorrahman
Peserta Banyuwangi Ijen Green Run melewati rute tanjakan. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Event lari bertajuk Banyuwangi Ijen Green Run mengundang animo yang luar biasa. Diikuti 560 pelari, para peserta ini datang dari berbagai kota di Indonesia hingga manca negara. Semua peserta menikmati trek lari di sekitar lereng Gunung Ijen itu.

Kompetisi lari yang memasuki tahun keempat pelaksanaan ini memperlombakan tiga kelas, yakni marathon 42 km, half marathon 22 km, dan terakhir 9 km.

Para pelari ini disuguhi trek yang menantang. Perpaduan antara tanjakan dan turunan yang curam, jalanan yang licin hingga sungai yang menghadang. Tenaga dan adrenalin peserta benar-benar dikuras. 

Seperti yang diungkapkan Ryan Feinstein, penghobi trail run asal Amerika Serikat yang ke Indonesia untuk berlibur di Bali dan Banyuwangi. Menurutnya, rute Ijen Green Run sangat menantang dan menguras tenaga.

"Waktu melewati sungai itu yang sulit. Banyak yang jatuh. Kita melewati perbukitan, naik turun rutenya, beruntung hawanya sejuk. Saya benar-benar menikmati rute ini, tahun depan saya pasti ikut kompetisi ini," ungkap Ryan.

Tanjakan menjadi salah satu ciri khas trek yang disuguhkan dalam kompetisi lari yang telah memasuki tahun ke-empat ini. Mengawali start dari Taman Gandrung Terakota, peserta langsung dihadapkan pada tanjakan yang kemiringannya mencapai 40 derajat.

"Tanjakannya luar biasa. Benar-benar menguras tenaga. Bahkan ada tanjakan yang kita naiknya harus pakai tali. Namun, pemilihan rutenya kian tahun kian menarik," ucap Sutikno, pelari yang tahun ini menjuarai kategori 22K.

Tak hanya menyajikan tantangan, pemandangan yang indah menjadi obat semangat para pelari. Para pelari juga melewati kebun kopi, hutan pinus, hingga hamparan lahan bawang putih yang sangat menarik. 

Seperti yang diceritakan Erna Luciawati yang datang bersama 25 orang sahabatnya sesama penyuka olahraga lari di Surabaya. Selain menikmati panorama yang elok, keramahan penduduk sepanjang lintasan menjadi daya tarik tersendiri. 

"Masyarakatnya ramah. Mereka memberi semangat. Juga ngasih minuman, makanan, saat melintas di depannya," terang Erna.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved