Berita Lumajang

Tersangka Pengedar Pil Koplo di Lumajang, Ternyata Juga Pelaku Begal Motor

Tersangka atas nama Didik Cahyono ini merupakan DPO dalam kasus begal di GOR Wira Bhakti Lumajang

Tersangka Pengedar Pil Koplo di Lumajang, Ternyata Juga Pelaku Begal Motor
SURYA.co.id/Sri Wahyunik
Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban ketika menanyai Didik Cahyono (28), tersangka pengedar pil koplo dan begal motor, Sabtu (20/7/2019). 

SURYA.co.id | Lumajang - Tersangka peredaran ribuan pil koplo di Lumajang, Didik Cahyono (28) ternyata diketahui juga sebagai pelaku pembegalan sepeda motor.

Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan polisi Lumajang, setelah polisi menangkap warga Desa Dawuhan Kecamatan Rowokangkung, Lumajang itu pada 17 Juli lalu dalam kasus peredaran pil koplo.

"Ternyata tersangka atas nama Didik ini merupakan DPO dalam kasus begal di GOR Wira Bhakti Lumajang," ujar Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban, Sabtu (20/7/2019).

Korban pembegalan itu adalah M Kamil Ramadhani (17). Pada awal tahun lalu, Kamil berkendara seorang diri di seputaran GOR Kabupaten Lumajang itu. Tiba-tiba tiga orang yang berboncengan dalam satu motor menghentikannya.

Salah satu orang, diketahui bernama Yulfi (masih DPO) mengalungkan celurit kepada Kamil dan memintanya untuk menyerahkan sepeda motor. Kamil yang ketakutan hanya pasrah dan menyerahkan motornya.

Kasus itu lantas dilaporkan ke Mapolres Lumajang. Setelah pelaporan itu, polisi menangkap satu pelaku yakni Imron (24) warga Desa Dawuhan Kecamatan Rowokangkung pada Februari 2019.

Lalu pada 17 Juli lalu, polisi menangkap Didik Cahyono, warga Desa Dawuhan Kecamatan Rowokangkung karena kepemilikan pil koplo.

Didik ditangkap karena memiliki 346 butir pil koplo. Polisi menduga, lelaki itu mengedarkan pil koplo tersebut.

Belakangan berdasarkan pemeriksaan polisi, Didik rupanya tersangka kasus begal yang dilaporkan oleh Kamil.

"Setelah tertangkapnya satu orang ini tinggal satu orang lagi yang belum tertangkap atas nama Yulfi. Tapi saya ingatkan kalau percuma lari dari kejaran Sang Cobra (Tim Cobra Polres Lumajang). Karena cepat atau lambat, pasti akan tercium keberadaannya oleh kami,” tegas Arsal.

Arsal mengimbau kepada orang yang disebutnya untuk menyerahkan diri.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran menegaskan pihaknya masih melacak keberadaan DPO tersebut. Meskipun polisi sudah mendapatkan informasi perihal orang itu.

“Untuk satu orang yang masih DPO sedang dalam pelacakan kami. Sudah ada beberapa informasi yang masuk, akan saya dalami informasi tersebut, semoga bisa segera tertangkap. Apalagi Yulfi ini yang membawa clurit dan yang mengalungkan ke leher korban,” pungkas Hasran.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved