Berita Pamekasan

Petani Garam Pamekasan Berhenti Produksi, Begini Alasannya

Petani garam di Pamekasan berhenti berproduksi lantaran harga garam ditingkat petani khususnya di Kabupaten Pamekasan saat ini turun drastis

Petani Garam Pamekasan Berhenti Produksi, Begini Alasannya
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Petani Garam di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Selasa (2/7/2019). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Petani garam di Pamekasan berhenti berproduksi. Hal ini terjadi lantaran harga garam ditingkat petani khususnya di Kabupaten Pamekasan saat ini turun drastis, yakni Rp 250–300 per kilo gram.

Para petani Garam Pamekasan resah akibat anjloknya harga garam saat panen tiba. Bahkan Akibat anjloknya harga garam tersebut, membuat sebagian petani enggan menggarap lahannya, lantaran biaya produksi dan hasilnya tidak seimbang.

Suwito (52) petani garam asal Desa Majungan Kecamatan Pademawu mengatakan, harga garam saat ini jauh dari harapannya. 

“Yang dulu saja garam kami masih banyak yang belum terjual, apalagi ditambah panen yang sekarang, dan sekarang harganya pun anjlok," kata Suwito kepada TribunMadura.com, Sabtu (20/7/2019).

Menurutnya harga garam sekarang sangat murah berbeda dengan yang dulu.

Sekarang harga garam berkisar Rp. 250 – 300 per kilogramnya.

Ia berharap agar pemerintah turun tangan untuk mengatasi anjloknya harga karena meresahkan para petani garam khususnya di Madura.

“Pertama saya berharap pemerintah menaikkan harga garam, kedua kepada pak Presiden Jokowi minta agar harga ini dinaikkan karena tidak sesuai dengan nilai ekonomi kami,” ujarnya.

Selain itu Suwito minta agar Presiden mengganti Direktur Utama (Dirut) PT Garam yang sekarang karena dinilai tidak pro dan tidak membela nasib para petani.

Bahkan ia berharap nantinya pimpinan PT Garam sebisa mungkin asli orang Madura.

Karena menurutnya kalau dari Madura pasti mengerti akan nasib para petani yang memang menggantungkan hidupnya di sektor garam.

“Kalau bisa nanti gantinya Dirut PT Garam itu orang asli Madura agar bisa mengerti, karena kebanyakan petani garam orang Madura semua,” tandasnya.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved