Persebaya Surabaya

Kembali Dapat Sanksi Hingga Total Rp 400 Juta, Ini yang akan Dilakukan Manajemen Persebaya

Persebaya kembali mendapat sanksi dari Komdis PSSI sebesar Rp 150 juta saat Persebaya Vs Persib

Kembali Dapat Sanksi Hingga Total Rp 400 Juta, Ini yang akan Dilakukan Manajemen Persebaya
habibur rohman/surya
Suporter menyalakan flare saat Persebaya Vs Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo (5/7/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA – Persebaya kembali mendapat sanksi dari Komdis PSSI sebesar Rp 150 juta. Sanksi ini diperoleh berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI 16 Juli 2019.

Sanksi ini diberikan akibat suporter Persebaya menyalakan kembang api/smoke bomb saat Persebaya Vs Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) 5 Juli 2019 lalu. Tambahan 150 juta menjadikan total denda yang sudah diterima Persebaya sejauh ini mencapai 400 juta.

Sanksi sebelumnya Persebaya didenda Rp 150 juta saat jamu PSIS Semarang di GBT, 30 Mei 2019 dengan pelanggaran menyalakan flare serta smoke bomb. Paling awal, sanksi Rp 100 diterima saat jamu Kalteng Putra, 21 Mei di GBT dengan jenis pelanggaran pelemparan botol dan penyalaan kembang api.

Manajemen Persebaya, Candra Wahyudi, meminta Panpel pertandingan lebih ketat terapkan pemeriksaan bagi setiap suporter yang akan masuki stadion.

“Kami sudah terus meminimalisasi kemungkinan-kemungkinan denda. Kami sudah berusaha, mulai H-1 ada penjagaan di stadion, Hari H juga proses screaning kami sudah terus dimaksimalkan. Tapi memang masih ada, itu artinya kami masih kecolongan,” terang Candra.

Terus alami kecolongan, Candra akui ke depan akan mencari formulasi tepat agar maksimal mencegah terjadinya pelanggaran.

Meskipun Candra tidak menampik bahwa upaya-upaya yang sudah dilakukan salama ini sedikit membuahkan hasil.

“Nanti pasti kami carikan formulasi lebih ketat. Misal kalau selama ini H-1 ada pemasangan spanduk, kedepan kami coba minimalisasi, karena kadang-kadang di ruang-ruang itu saja kemungkinan membawa flare,” tuturnya.

Selain lakukan pencegahan, Candra berharap juga ada pengertian dari para suporter untuk tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan klub.

“Kami juga menghimbau pada temen-teman suporter saling mengingatkan dan tidak perlu membawa flare, dengan alasan apapun flare itu merugikan. Temen-temen suporter harus menyadari bahwa apa yang dilakukan merugikan klub,” pungkas Candra.

Penulis: Khairul Amin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved