Berita Surabaya

Ingin Dijadikan Cagar Budaya, Disbudpar Surabaya Siapkan Narasi Sejarah Benteng Kedung Cowek

Pemkot Surabaya terus berusaha menjadikan Benteng Kedung Cowek destinasi wisata sejarah

Ingin Dijadikan Cagar Budaya, Disbudpar Surabaya Siapkan Narasi Sejarah Benteng Kedung Cowek
surya/nuraini faiq
Warga berfoto di Benteng Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, Kamis (18/7/2019). Benteng ini sejak era penjajah belum terjamah hingga saat ini. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya terus berusaha menjadikan Benteng Kedung Cowek destinasi wisata sejarah. Benteng yang dibangun di era penjajahan Jepang tersebut berdiri di tanah milik negara, namun berada di area Kodam V/Brawijaya.

Pemkot Surabaya hingga kini masih berkomunikasi dengan Pangdam V/Brawijaya, untuk mencari-cari kemungkinan menjadikan benteng yang terletak di Bulak tersebut sebagai bangunan cagar budaya.

"Ini masih kami komunikasikan lebih lanjut soal kepemilikannya itu. Kalau itu milik Pangdam, kami akan buat kesepakatan untuk menetapkan Benteng Kedung Cowek sebagai bangunan cagar budaya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, Sabtu (20/7/2019).

Untuk menjadikannya bangunan cagar budaya, Antiek menyebut diperlukan data-data sejarah yang valid, apalagi benteng ini belum tersentuh sebelumnya.

Pihaknya kini sedang memulai pengumpulan data, dokumen, catatan sejarah pendukung, serta bekerja sama dengan komunitas pegiat sejarah.

Bila seluruh data dan bukti soal Benteng Kedung Cowek sudah didapatkan, Disbudpar bisa menyusun narasi sejarah tentang benteng yang berada tepat di bibir tebing itu.

"Kami sudah sempat bertemu dengan pegiat sejarah Surabaya yang punya dokumen. Dokumen nanti dicocokkan dengan bukti-bukti lainnya," ujarnya.

Menurutnya, pencocokan narasi dan bukti sangat krusial, karena kisah yang dipaparkan harus sesuai fakta.

“Karena narasi itu penting, semua harus bisa dibuktikan secara regulasinya. Kita tidak boleh menyampaikan sesuatu yang tidak terdukung kuat oleh dokumen yang kuat,” imbuhnya.

Pencatat Aset Zidam V Brawijaya, Mayor Mustofa, pihak TNI menyambut baik rencana ini.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved