Berita Surabaya

Wagub Emil Sebut Pemprov Jatim Dukung Peningkatan Ekspor dengan EJSC di Lima Bakorwil

Wagub Emil Dardak Elastianto mendukung upaya pemerintah pusat dan para pengusaha untuk meningkatan ekspor

Wagub Emil Sebut Pemprov Jatim Dukung Peningkatan Ekspor dengan EJSC di Lima Bakorwil
surya/sri handi lestari
Ketua GPEI Jatim, Isdarmawan Asrikan, bersama petani Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar yang mengembangkan demplot kakao yang disiapkan masuk pasar industri dan ekspor. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wagub Emil Dardak Elastianto mendukung upaya pemerintah pusat dan para pengusaha untuk meningkatan ekspor sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini sedang progres pembangunan East Java Super Corridor (EJSC) yang sudah disiapkan sejak Mei 2019 lalu.

"EJSC ini merupakan pusat perizinan terpadu yang berada di lima wilayah Bakorwil (Badan Koordinator Wilayah) di Jatim. Yaitu Bojonegoro, Madiun, Jember, Malang dan Madura," kata Wagub Emil saat hadir sebagai keynote speaker dalam dialog interaktif bertema Peningkatan Percepatan Pelayanan Berusaha Dalam Mendorong Ekspor Jawa Timur yang digagas Gabungan Pengusaha Ekspor Indoensia (GPEI) Jawa Timur, Kamis (18/7/2019) di Garden Palace, Surabaya.

Dengan EJSC itu, pengurusan izin usaha bisa dilakukan di daerah yang menjadi koordinator wilayah, sehingga lebih dekat dan memudahkan.

"Silakan itu nanti dimanfaatkan, semua sektor ada, dan kami konsep secara milenial dengan tidak hanya kantor pelayanan administrasi untuk ekspor, tapi juga co-working space, cafe, tempat pelatihan dan lain sebagainya," tambah Wagub Emil.

Pembangunan tempat layanan EJSC ini ditargetkan selesai akhir tahun 2019 ini.

Diharapkan kehadirannya mampu menciptakan iklim bisnis yang kondusif, serta desentralisasi perizinan OSS (online single submission) secara efisien.

“Dari 19 jenis perizianan yang ada, kini sudah 13 izin yang diserahkan ke bakorwil secara bertahap dan fitur-fitur layanan EJSC juga terus berkembang,” jelas Emil.

Sementara itu, terkait produk ekspor Jatim yang potensial, Emil menyebut komoditas perkebunan, terutama kopi dan kakao atau cokelat.

Saat ini sudah dimulai pengembangan kopi dan kakao di wilayah selatan Jatim, dengan peningkatan infrastruktur pendukungnya.

“Kita perlu melakukan pemetaan ulang karena situasinya kini sudah berubah. Mungkin dulu belum ada akses untuk logistik, tapi sekarang sudah ada Pelabuhan Prigi, ada Jalan Lintas Selatan (JLS), begitu juga yang di utara bisa konek, ditambah akses jalan tol Trans Jawa,” ungkap Emil.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved