Berita Gresik

Pemicu Warga Manyar Gresik yang Menutup Jalan hingga Akses Tol Manyar Macet hampir 4 Jam 

Massa yang memblokir jalan raya setelah sholat Jumat hingga pukul 17.00 WIB dilanjutkan ke pabrik Cargill.

Pemicu Warga Manyar Gresik yang Menutup Jalan hingga Akses Tol Manyar Macet hampir 4 Jam 
SURYAOnline/Sugiyono
TUTUP - Warga membakar ban dan kerangka mayat di depan pintu gerbang KIM Manyar akibat pihak perusahaan Cargill tidak segera mau mediasi, Jumat (19/7/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Warga Manyar Kompleks Gresik betul-betul kecewa dengan pihak perusahaan PT Cargill Indonesia akibat tidak segera menyelesaikan permasalahan dugaan bau tidak sedap. Massa yang menutup jalan raya Manyar hingga 4 jam mengakibatkan kemacetan total pintu Tol Manyar.

Massa yang memblokir jalan raya setelah sholat Jumat hingga pukul 17.00 WIB dilanjutkan ke pabrik Cargill yang ada di kawasan Industri Maspion (KIM) Kecamatan Manyar Gresik. Sampai di perusahaan, massa sempat ricuh, sebab ingin menggembok pagar dan menggoyang-goyangkan pintu gerbang.

Perwakilan massa akhirnya diperbolehkan masuk untuk memast bahwa pabrik betul-betul tidak produksi dan mematikan mesin. Sebab, warga sudah bosan dengan janji dan kompensasi yang diberikan oleh perusahaan, namun masih mencium bau tidak sedap yang diduga ditimbulkan dari pabrik Cargill.

"Warga banyak yang tidak lolos tes kesehatan, hanya karena sakit yang ditimbulkan dari bau tidak sedap yang diduga dari Cargill," kata Rofiq warga Manyar dalam orasinya, Jumat (19/7/2019).

Warga sempat tegang dengan membakar ban dan kerangka Manyar di depan pintu gerbang KIM Manyar Gresik. Kudian, massa sedikit lega setelah perwakilan PT Cargill Indonesia datang menemui massa. Namun, massa sempat tidak lega, sebab yang datang hanya humas.

Setelah itu, warga bersama-sama mediasi di Kantor Kecamatan Manyar. Namun, tidak menemukan titik temu. Sebab, perwakilan perusahaan Cargill tidak berani mengambil keputusan untuk menghentikan produksi.

Warga akhirnya nekat datang ke pabrik dan menutup pabrik karena negosiasi di kantor Kecamatan Manyar tidak membuahkan hasil. Sebab, yang datang bukan pimpinan perusahaan, namun hanya humas dan kepala produksi.

"Percuma, kita bicara panjang lebar di sini, kalau yang hadir tidak bisa mengambil kebijakan. Kita hanya ingin pabrik ditutup," kata Khumaidi Ma'un, tokoh masyarakat yang ikut mediaai di Kantor Kecamatan Manyar.

Sementara, Kapolsek Manyar AKP Ady Nugroho mengatakan bahwa massa sedikit ramai setelah krodid saat mediasi di Kantor Kecamatan. Kemudian, di dalam pabrik terjadi kesepakatan untuk mematikan mesin sampai besok. "Semoga besok sudah ada titik temu, sehingga bisa kembali normal," kata Ady, usai mengawal massa bersama Koramil.

Ady menengadahkan bahwa, massa warga Manyar ribut diduga akibat bau tidak sedap yang diduga dari Cargill. "Pokok masalahnya diduga dari bau tidak sedap dari perusahaan yang diduga warga dari Cargill. Padahal di sini ada dua pabrik yaitu PT Jabe Koko dan Cargill yang sama-sama produksi cokelat," katanya.

Berikut video terkait:

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved