Bocah Kelas 2 SD Terluka Bakar Parah Akibat Limbah Abu Panas. Pembuang Limbah Masih Misterius

Bocah kelas 2 SD di Mojokerto, mengalami luka bakar di tangan dan kaki, setelah terperosok ke dalam limbah abu sisa pembakaran di tepi jalan

Bocah Kelas 2 SD Terluka Bakar Parah Akibat Limbah Abu Panas. Pembuang Limbah Masih Misterius
tribun jatim/febrianto ramadani
Nizam Dwi Permana (8) ditemani neneknya, Suparmi (50) di rumah sakit RA Basoeni Mojokerto akibat mendapatkan luka bakar setelah terperosok ke dalam limbah abu, Jumat (19/7/2019) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Nizam Dwi Pramana (8), bocah kelas 2 SD di Mojokerto, mengalami luka bakar di tangan dan kaki, setelah terperosok ke dalam limbah abu sisa pembakaran di tepi jalan Dusun Kedung Bulus, Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, kabupaten Mojokerto.

Suparmi (50), nenek Nizam menjelaskan, Nizam mendapatkan luka bakar saat dia bermain bersama teman sebayanya tiga minggu yang lalu.

"Saat itu, dia mau ambil botol bekas air mineral untuk mainan, lalu terperosok ke abu yang panas," ungkap Suparmi (50) kepada wartawan Surya di RSUD RA Basoeni, Kecamatan Gedeg, Jumat (19/7/2019).

Panasnya limbah abu tersebut, kata Suparmi, bahkan membuat sandal jepit yang dipakai Nizam ikut meleleh. 

Suparmi menjelaskan, korban sempat dibawa ke Puskesmas Keboan, Kecamatan Ngusikan, Jombang.

Namun karena luka bakarnya cukup parah, Nizam kemudian dirujuk ke RSUD RA Basoeni untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Kaki kiri Nizam baru dioperasi kemarin (18/7/2019). Memang bagian kakinya yang paling parah," kata Suparmi.

Suparmi yang merupakan buruh tani, mengaku, tak mempunyai keberanian melaporkan insiden ini ke pihak berwajib. Selain itu, Suparmi juga tidak mempunyai biaya yang cukup untuk membeli obat obatan kepada cucunya tersebut. 

"Pengobatan Nizam untuk beli salep saja sudah sejuta lebih, belum obat obatan lainnya. Sampai sekarang sudah habis 2 juta lebih," jelas Suparmi.

Suparmi berharap, pihak yang membuang limbah abu tersebut mau bertanggung jawab untuk mengganti rugi biaya pengobatan cucunya.

"Harapan saya siapa saja yang membuang abu tersebut mau bertanggung jawab," ujarnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Kemlagi, AKP Eddie Purwo Santoso, mengungkapkan, Polisi telah melakukan pengecekan ke timbunan limbah abu tempat Nizam terbakar. 

"Masih kami selidiki penyebab korban bisa terbakar di lokasi timbunan abu tersebut," kata AKP Eddie, Jumat (19/7/2019).

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved