Lapor Cak

Taman Flora Belum Seluruhnya Terpasang Guiding Block, Penyandang Tunanetra Berharap Segera Ditambah

Guiding block atau juga disebut sebagai Jalur Ramah Disabilitas merupakan fasilitas yang dibutuhkan oleh para penyandang tunanetra.

Taman Flora Belum Seluruhnya Terpasang Guiding Block, Penyandang Tunanetra Berharap Segera Ditambah
SURYAOnline/Habibur Rohman
MASIH TERBATAS - Kondisi "Guiding Block" di Taman Flora Kebun Bibit Bratang Surabaya yang masih terbatas kisaran sepanjang 70 meter, Kamis (18/7/2019).  

Surya.co.id | SURABAYA - Guiding block atau juga disebut sebagai Jalur Ramah Disabilitas merupakan fasilitas yang dibutuhkan oleh para penyandang tunanetra.

Di Surabaya, fasilitas ini sudah banyak ditemui seperti pada trotoar maupun tempat umum lainnya. Tak terkecuali di Taman Flora Surabaya.

Seperti pada umumnya, guiding block di Taman Flora memiliki permukaan menonjol berbentuk titik-titik dan garis-garis. Titik-titik merupakan tanda untuk berhenti. Sementara garis-garis pertanda untuk berjalan.

Sayangnya, guiding block yang berlokasi di Taman Flora ini belum mengelilingi seluruh area. Hanya dari satu titik menuju sebuah ayunan. Panjangnya kira-kira hanya 70-80 meter.

Hal ini disayangkan oleh para penyandang tuna netra, salah satunya Tika Fitri Andini. Menurutnya, guiding block merupakan fasilitas penting bagi para tuna netra karena berfungsi sebagai pemandu jalan.

"Guiding block mengurangi kekhawatiran kami supaya tidak menabrak atau terjatuh sehingga fasilitas ini sangat membantu para tuna netra," tutur  Tika.

Tanpa adanya guiding block, para tuna netra akan kesulitan khususnya jika tidak didampingi oleh pendamping yang bisa melihat.

"Apalagi di taman yang besar. Tanpa adanya guiding block atau Guiding block-nya semua separuh akan sangat merepotkan karena tidak semua tuna netra ditemani teman yang bisa melihat," paparnya.

Ia pun berharap agar semua tempat umum dapat dilengkapi dengan fasilitas bagi tuna netra, salah satunya guiding block.

Tak hanya Tika, penyandang tuna netra lainnya, Indra, juga menuturkan hal yang serupa.

"Tidak hanya orang yang bisa melihat saja yang bisa ke taman, para tuna netra juga berhak. Walaupun kami tidak bisa melihat di sana ada apa, tapi setidaknya kami merasakan atmosfernya," tutur Indra.

"Guiding block yang belum maksimal seharusnya diperbaiki termasuk taman-taman di Surabaya termasuk Taman Flora," tutur Indra.

Selain itu, lanjutnya, seharusnya dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mengetahui fungsi guiding blok supaya tidak menyalahgunakannya, seperti berjualan di atas guiding block.

"Harapannya, tak hanya di taman saja, di tempat-tempat umum disediakan guiding block karena merupakan jalan bagi teman tuna netra," ungkap Indra

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved