Berita Tulungagung

Perjuangan Medi Jalan Mundur Tulungagung-Jakarta untuk Upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara

Medi Bastoni membulatkan tekadnya untuk berjalan mundur Tulungagung-Jakarta untuk iku upacara bendera HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Istana Negara

Perjuangan Medi Jalan Mundur Tulungagung-Jakarta untuk Upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara
surya/david yohanes
Medi Bastoni (43) mulai berjalan mundur, dari Pendopo Tulungagung ke Jakarta untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-74, Kamis (18/7/2019). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Sejenak Medi Bastoni (43) merenggangkan otot-ototnya, saat singgah di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung, Kamis (18/7/2019). Sebentar kemudian, warga Dusun Dono RT 2 RW1, Desa Dono, Kecamatan Sendang, Tulunggaung, ini mengenakan tas khusus.

Tas ini dibuat dengan rangkaian pipa paralon kecil, dan berbentuk layaknya kaca mobil di depan muka Bastoni. Di bagian ini kemudian dipasang kaca kecil. Bastoni mulai berjalan mundur, dengan mengadalkan kaca ini.

Ayah empat anak ini membulatkan tekadnya untuk berjalan mundur Tulungagung-Jakarta. Total jarak yang akan ditempuhnya mencapai 980 kilometer.

Bastoni akan lewat jalur Tulungagung, Kediri, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Solo, Semarang dan lewat Pantura.

“Tujuannya ke Istana Negara. Kalau bisa dan diizinkan, saya mau ikut upacara bendera 17 Agustus di sana. Kalau tidak tembus, ikut upacara bendera di mana saja,” ucap Medi.

Sudah tujuh kali Medi melakukan aksi jalan mundur.

Namun, jarak paling jauh hanya 73 kilometer, dari alun-alun Tulungagung ke puncak Gunung Wilis.

Aksi itu dilakukan saat HUT Kemerdekaan RI ke-73 pada 2018 lalu.

Namun, untuk aksi kali ini bukan hanya memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 saja.

Medi mengaku ada misi khusus yang dibawanya.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved