Meski Masuki Musim Kemarau, Mengapa Suhu di Indonesia Tetap Dingin? Begini Penjelasan BMKG

Meski Masuki Musim Kemarau, Mengapa Suhu di Indonesia Tetap Dingin? Begini Penjelasan BMKG

Meski Masuki Musim Kemarau, Mengapa Suhu di Indonesia Tetap Dingin? Begini Penjelasan BMKG
SURYA.co.id/ISTIMEWA
Meski Masuki Musim Kemarau, Mengapa Suhu di Indonesia Tetap Dingin? Begini Penjelasan BMKG 

SURYA.co.id - Meski saat ini Indonesia tengah memasuki musim kemarau, namun di sebagian wilayah justru merasakan suhu dingin.

Bahkan, di derah dataran tinggi sempat mengalami suhu nol derajat celcius.

Ternyata fenomena ini dinamakan dry intrusion atau intrusi udara kering yang dianggap wajar jika suatu wilayah merasaan suhu dingin pada malam hingga dini hari.

Gempa Bumi Kembali Guncang Labuha Halmahera Selataran, Warga Panik Semburat Keluar Rumah

Fenomena Embun Upas Meluas, Lautan Pasir Gunung Bromo Memutih dan Makin Eksotis

Eksotika Bromo Masuk Top 30 Event Wonderful Indonesia Calendar, Begini Reaksi Bupati Probolinggo

Dikutip dari Kompas.com dalam artikel "Kemarau Kok Suhu Dingin? BMKG Ungkap Penyebabnya Dry Intrution", fenomena dry inrusion dijelaskan oleh Kepala Sub Bidang Iklim dan Cuaca BMKG, Agie Wandala.

Pada gambar peta Indonesia dengan menggunakan citra satelit untuk mendeteksi water vapour di atmosfer ini, tampak bahwa Jawa dikelilingi oleh warna cokelat.

Citra satelit untuk mendeteksi water vapour di atmosfer.
Citra satelit untuk mendeteksi water vapour di atmosfer. (Kompas.com)

"Warna cokelat ini artinya dry atau kering. Nah inilah fenomena dry intrusion yang mengakibatkan kita sering kedinginan pada malam hingga pagi hari saat musim kemarau," ungkap Agie Wandala.

Agie menjelaskan, dry intrusion bersifat dingin karena suhu udara di selatan Indonesia saat ini sedang sangat rendah dan pulau Jawa cukup terkena dampaknya.

"Selain itu, saat ini posisi Indonesia sedang mengalami Monsuun Australia. Artinya, massa udara dari selatan dan angin cenderung timuran," imbuh Agie.

Selain itu, kondisi langit cerah tanpa tutupan awan di Jawa saat ini juga dapat memaksimalkan pancaran gelombang Bumi pada malam hari dan menyebabkan suhu permukaan bumi relatif akan cepat turun dan lebih dingin dari biasanya pada malam hari.

"Jadi selama kemarau akan terjadi kondisi-kondisi di mana suhu pada pagi hari akan terasa dingin, sehingga tidak hanya terjadi di Jakarta atau Bandung tapi juga di sebagian besar pulau Jawa," tutup Agie.

Halaman
123
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved