Berita Surabaya

Kronologi Polisi Cekcok dengan Pria Paruh Baya yang Mengaku Profesor hingga Videonya Viral  

Terkait hal ini Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia angkat bicara.

Kronologi Polisi Cekcok dengan Pria Paruh Baya yang Mengaku Profesor hingga Videonya Viral  
foto: luhur pambudi
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia saat ditemui di kantornya, Kamis (18/7/2019). 

SURYA.co.id |  SURABAYA - Beredara video  seorang pria paruh baya terlibat adu mulut dengan seorang petugas polisi di tengah jalan, dimedia sosial dan situs Youtube, Kamis (18/7/2019).

Video berdurasi 2 menit 16 detik itu terjadi di persimpangan Jalan Raya Jemursari, Wonocolo, Surabaya.

Terkait hal ini Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia angkat bicara. Dia menjelaskan kronologi sebenarnya atas insiden percekcokan di antara keduanya.

Seorang petugas polisi lalu lintas yang tergabung dalam Polsek Wonocolo bernama Aiptu Muhtashor sedang melakukan pengamanan di persimpangan Jalan Raya Jemursari, Wonocolo, Surabaya.

Kemudian datang dari arah barat menuju timur sebuah mobil yang dikendarai Sadjijono bersama asistennya, Abdul Halim.

Mobil tersebut ternyata berbelok ke U-turn di persimpangan tersebut, lalu oleh petugas, mobil itu langsung diberhentikan.

"Memberhentikan ini bukan bermaksud untuk menindak ataupun mau menilang," katanya saat ditemui awakmedia di kantornya, Kamis (18/7/2019).

"Tapi mau memberikan pemahaman ataupun imbauan kepada Profesor  tersebut agar lain kali tidak memutar balik di u-turn tersebut," lanjutnya.

Mengapa demikian? Eva Guna Pandia mengungkapkan, U-turn di lokasi persimpangan itu terbilang berbahaya bila digunakan kendaraan roda empat (R4) untuk bermanuver memutar haluan.

"Lajur paling kanan dari arah timur ke barat memang berhenti, tetapi dua lajur seperti lajur tengah dan lajur paling kiri itu tetap berjalan," ujarnya.

"Jadi dia kalau mau putar balik di situ dari arah yang berlawanan juga ada dua lajur kendaraan yang berjalan," lanjutnya.

Eva menambahkan, berdasarkan catatannya, di kawasan tersebut  kerapkali terjadi kecelakaan.

"Maka dari itu Aiptu Mukhtasor memberhentikan rencananya ingin menghimbau kepada profesor tersebut," tandasnya. (luhur pambudi)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved