Berita Ekonomi Bisnis

5 Penggiat Tata Rias Geluti Bisnis UKM Sektor Pendidikan, Sharing Ilmu Ciptakan Entrepreneur Perias

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tidak hanya sektor produksi. Di sektor pendidikan, ternyata menjadi pasar yang tidak kalah menarik.

5 Penggiat Tata Rias Geluti Bisnis UKM Sektor Pendidikan, Sharing Ilmu Ciptakan Entrepreneur Perias
foto: istimewa
Lima pendiri sekaligus pengelola LKP tata rias by Kadis, yang hanya bermodalkan keahlian mampu meningkatkan potensi ekonomi melalui segmen pendidikan tata rias. (Dari dua kiri ke kanan) : Dwi Astutik, Ratna Desi, Kadis Wibowo, Ratih Wardani, dan Sri Wahyuni, usai kegiatan seminar dan workshop tata rias. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tidak hanya sektor produksi. Di sektor pendidikan, ternyata menjadi pasar yang tidak kalah menarik.

Seperti dilakukan seorang guru privat tata rias bersama empat mantan siswanya yang berkolaborasi mengembangkan bisnis Lembaga Kursus dan Pendidikan (LPK) Tata Rias by Kadis.

Meski baru seumur jagung, mereka optimis mampu berkembang, apalagi pasar orang yang ingin belajar dan mengembangkan tata rias terus meningkat.

Saat mengunjungi LPK by Kadis yang ada di kawasan Pagesangan, Surabaya, Kamis (11/7/2019) pagi, suasana masih terlihat sepi. Begitu masuk pukul 09.00 WIB, beberapa orang mulai berdatangan.

Di antara mereka, tampak Ratih Wardani dan Dwi Astuti, menemani seorang gadis yang sedang menata rambut seseorang di depan kaca.

"Walaikumsalam, silakan masuk. Ini tempat kami dalam menerima para siswa, ini ada siswa belajar tata rias rambut, membuat sanggul tradisional, dengan instrukturnya mbak Dwi," sapa Ratih sambil mengenalkan Dwi dan dua orang yang sedang berkutat di depan kaca.

Ratih dan Dwi adalah dua diantara lima orang yang berkolaborasi dalam bisnis ini. Selain keduanya ada Kadis Wibowo, Ratna Desi dan Sri Wahyuni. Menurut Ratih, keempatnya merupakan mantan murid privat dari Kadis Wibowo.

"Pak Kadis merupakan guru kami dalam tata rias. Beliau seorang ASN (Aparatur Sipil Negara) yang dinas di Pemprov Jatim di bagian Pemberdayaan Perempuan. Tugasnya melakukan pendidikan memperdayakan perempuan secara mandiri, yang salah satunya melalui tata rias," cerita Ratih.

Selain melatih para perempuan sebagai tugasnya di ASN, Kadis juga memiliki murid-murid privat. Ratih merupakan murid privat angkatan kesekian, yang diatasnya ada Ratih, Dwi dan Sri Wahyuni.

Suatu waktu, berempat bersama Kadis mereka sepakat mengembangkan LKP ini. Sebelum mengembangkan LKP, mereka sudah lebih dulu melakukan kolaborasi lewat seminar dan workshop tentang kecantikan.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved