Sambang Kampung

Warga Jambangan Ingin Kampung Pinggir Sungainya jadi Pusat Jual-Beli

Setelah sukses menjalankan gerakan 'Balik Kanan', warga Gang 10 RT 05/RW 03 Jambangan, Surabaya, ingin membangun dermaga di kampungnya.

Warga Jambangan Ingin Kampung Pinggir Sungainya jadi Pusat Jual-Beli
surabaya.tribunnews.com/delya oktovie
Setelah berhasil mempercantik kampung dan membuat seluruh rumah 'balik kanan' menghadap sungai, warga ingin menjadikan area pinggir Kali Mas jadi dermaga pusat jual-beli, Rabu (17/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah sukses menjalankan gerakan 'Balik Kanan', warga Gang 10 RT 05/RW 03 Jambangan, Surabaya, ingin membangun dermaga di kampungnya.

Kampung ini terletak di pinggir sungai Kali Mas, dan memiliki inovasi GEBLAK, alias Gerakan Balik Kanan.

GEBLAK adalah gerakan di mana warga Jambangan yang tinggal di bantaran sungai, mengubah posisi rumah mereka menghadap sungai.

Ini dilakukan karena bantaran sungai sudah dipercantik, dan warga bisa lebih mengapresiasi lingkungan bila pemandangan rumahnya diubah.

Karena kampungnya sudah cantik dan berwarna-warni, warga percaya diri mengajukan untuk menjadi tempat perhentian sementara, bagi pengunjung wisata air yang rencananya akan dibangun oleh Pemerintah Kota Surabaya.

"Usulan pembangunan dermaga ini dari warga karena kami mendapat arahan dari kecamatan, yang menyebut nantinya di sini akan dijadikan Kampung Wisata Air. Nantinya, akan ada pengunjung yang naik perahu dari Rolak sampai ke Sepanjang, lalu balik lagi. Nah, kami tidak mau sekadar dilewati dan jadi penonton, kami ingin jadi tempat pemberhentian sementara di mana para wisatawan bisa membeli makanan, produk khas, dan lain-lain," tutur Arman Junaedi, Ketua RT 05 RW 03 Jambangan, Rabu (17/7/2019).

Edi, sapaan akrabnya, menyebut adanya dermaga tersebut bisa membuat warga semakin bersemangat mengembangkan lingkungan, karena lewat proses jual-beli, warga bisa mendapat untung dan timbal balik yang sesuai.

Rencananya, warga akan menjual makanan-makanan khas Surabaya layaknya lontong mi, dan juga produk unggulan ote-ote daun gedi.

Ote-ote ini selalu menjadi andalan warga, dan kerap dijadikan suguhan saat menerima tamu lokal maupun mancanegara.

"Setiap ada tamu, disuguhi itu dan langsung habis. Memang enak sekali, rasanya lebih gurih," ujarnya.

Elok Sumilir, Ketua PKK RT 05/RW 03 Jambangan, berharap nantinya wisata tidak hanya berpusat di dermaga, tetapi juga seluruh kampung hingga bisa mendapat predikat Kampung Wisata.

"Kalau Maspati kan terkenal karena sejarah, kalau kami inginnya ya karena GEBLAK," ucapnya.

Sedangkan Mujiono, Koordinator Wilayah sekaligus Ketua KSM Banyu Anyar, menginginkan menjadi kampung wisata karena kemajuan kampung adalah hasil kerja keras warga sendiri.

Sehingga, warga akan senang bila kerja keras mereka tidak hanya untuk mempercantik lingkungan rumah, tetapi bisa membantu kondisi perekonomian mereka.

"Warga membangun ini semuanya benar-benar swadaya. Untuk membangun bagian pinggir sungai ini saja tiap KK bisa mengeluarkan Rp 3 juta, dan warga tidak masalah. Kalau rumah balik kanan dan pengecatan itu ada uang sendiri, ada juga yang mendapat bantuan," paparnya. 

Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved