Berita Tuban

Ritual Berebut Buceng oleh Ribuan Warga Tuban, Digelar saat Memasuki Musim Kemarau

Ritual yang dilakukan ini melibatkan tiga desa yaitu Prunggahan Wetan, Prunggahan Kulon, dan Bektiharjo.

Ritual Berebut Buceng oleh Ribuan Warga Tuban, Digelar saat Memasuki Musim Kemarau
surya.co.id/m sudarsono
Warga membawa sedikit nasi untuk didoakan sebagai proses ritual bentuk rasa syukur atas limpahan air dari sumber di Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Rabu (11/7/2019). 

SURYA.co.id | TUBAN - Bertepatan memasuki musim kemarau, ribuan masyarakat yang berada di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, melakukan ritual berebut nasi dan lauk pauk yang terbungkus daun pisang (buceng), di kawasan pemandian Bektiharjo, Rabu (17/7/2019).

Ritual yang dilakukan ini melibatkan tiga desa yaitu Prunggahan Wetan, Prunggahan Kulon, dan Bektiharjo.

Sedangkan dua desa lainnya yakni Semanding dan Tegalagung menyusul di hari lain.

Buceng beserta jajanan yang dibawa oleh ibu-ibu dikumpulkan terlebih dulu, lalu didoakan.

Kemudian sekepal nasi dilempar ke Sendang sebagai proses ritual.

"Ritual ini diikuti lima Desa di Kecamatan Semanding, tapi baru tiga yang ikut dan dua sisanya di hari lain," kata Juru Kunci Pemandian Bektiharjo, Hartono.

Warga membawa sedikit nasi untuk didoakan sebagai proses ritual bentuk rasa syukur atas limpahan air dari sumber di Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Rabu (11/7/2019).
Warga membawa sedikit nasi untuk didoakan sebagai proses ritual bentuk rasa syukur atas limpahan air dari sumber di Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Rabu (11/7/2019). (surya.co.id/m sudarsono)

Dia menjelaskan, ritual dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan air dari sumber Bektiharjo.

Air sangat bermanfaat, bisa untuk mengairi sawah para petani, minum, masak, mencuci, untuk keperluan rumah tangga, dan kegiatan warga lainnya.

Sehingga warga selalu melakukan ritual syukuran atau sedekah bumi setiap setahun sekali, yang dilakukan pada Rabu pon.

Ditambahkannya, meski memasuki musim kemarau tidak membuat sumber mata air mengering.

Halaman
12
Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved