Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Surabaya Dapat Perhatian Khusus Presiden

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Surabaya mendapatkan atensi langsung dari Presiden RI, Jokowi.

Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Surabaya Dapat Perhatian Khusus Presiden
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau pabrik kertas PT Mega Surya Pratama yang bulan depan mulai mengoperasionalkan PLTSa Plastik, Senin (15/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Surabaya mendapatkan atensi langsung dari Presiden RI, Jokowi.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak setelah mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) tentang perkembangan pembangunan PLTSa di Kantor Presiden, Selasa (16/7/2019).

"Ratas kemarin presiden bertanya, sudah dikasih insentif kok tidak jalan-jalan sampai hari ini pembangunannya. Maka kemudian, dilihat satu per satu. Dan kata presiden empat daerah dulu saja yang jalan," ucap Emil, Rabu (17/7/2019).

Empat daerah yang dimaksud adalah Surabaya, Bekasi, Solo, dan DKI Jakarta. Jika dari empat daerah tersebut sudah jalan, maka akan direplikasi ke daerah lain.

"Untuk itu kami semaksimal mungkin mencoba bagaimana Surabaya ini sukses," ucap Emil.

Emil melanjutkan, pihaknya sudah bicara dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat Ratas tersebut.

"Intinya pandangan kita sama bagaimana segera ada perjanjian jual beli listrik antara pengelola dari TPA Benowo dengan PLN," ucap Emil.

Emil melanjutkan pemusnahan sampah tersebut membutuhkan suatu teknologi yang bernama insineration yang bisa mengubah sampah menjadi tenaga listrik.

"Teknologi ini bukan teknologi murah dan presiden sudah memberikan insentif harga dari PLN yang menarik," pungkasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved