DPRD Kota Surabaya

Benteng Kedung Cowek Layak jadi Cagar Budaya, Cak Ji: Ini Destinasi Wisata Paling Eksotis

Ada yang menyebut benteng itu dibangun di tahun 1900-an. Lebih dari itu, bangunan kuno ini begitu eksotik karena otentiknya.

Benteng Kedung Cowek Layak jadi Cagar Budaya, Cak Ji: Ini Destinasi Wisata Paling Eksotis
SURYAOnline/nuraini faiq
EKSOTIS - Pemerhati sejarah dan cagar budaya saat menikmati suasana benteng yang dilengkapi bunker era penjajahan Belanda, Rabu (17/7/2019). Benteng ini berada di Jl Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - DPRD Kota Surabaya mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menetapkan bangunan kuno Benteng Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, menjadi banggunan cagar budaya.

Tidak saja karena usia bangunan yang sudah seratusan tahun lebih. Namun bangunan itu juga memiliki nilai sejarah bangsa karena dibangun di era penjajahan Belanda.

Ada yang menyebut benteng itu dibangun di tahun 1900-an. Lebih dari itu, bangunan kuno ini begitu eksotik karena otentiknya.

Bangunan itu sangat bernilai cagar budaya karena belum tersentuh sama sekali dan masih asli dan natural.

Untuk mengecek kondisi bangunan yang penuh nilai historis itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji mendatangi lokasi benteng yang dilengkapi bunker tersebut, Rabu (17/7).

Cak Ji, sapaan akrab Armuji, tidak sendirian tapi juga mengajak komunitas pecinta sejarah dan cagar budaya Surabaya. Mereka menyusuri lahan khusus yang selama ini tertutup untuk umum itu.

Lokasi itu memang areal terbatas di bawah penguasaan TNI Angkatan Darat/AD (Kodam V Brawijaya). Lokasinya berada di tepi pantai Kenjeran, totalnya seluas 7,1 hektare.

Lokasi benteng Kedung Cowek berada di sisi kanan Jembatan Suramadu. Berjarak sekitar 1 km dari jembatan ini. Tepatnya berada di kampung Kedung Cowek, Kecamatan Bulak.

Akses menuju lokasi benteng melalui sisi bawah jembatan dari arah Surabaya, putar balik, kemudian belok ke kiri.

Benteng itu persis menghadap laut dan seakan berada di samping jembatan Suramadu.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved