38 Cabang Bank UMKM Jatim Teken Perjanjian Kerjasama dengan 38 BPN se-Jatim

Bank UMKM Jatim menandatangani kerjasama terkait data sertifikat tanah dengan Badan Pertanahan Nasional

38 Cabang Bank UMKM Jatim Teken Perjanjian Kerjasama dengan 38 BPN se-Jatim
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
(Mulai dua dari kiri, berdiri belakang), Kepala Kanwil BPN Jatim, Heru Santoso bersama Dirut Bank BPR Jatim, Yudhi Wahyu Maharani dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Mas Hadi Purnomo, saat menyaksikan Kepala Cabang BPN Jombang, Titik Agustining dan Kepala Cabang Bank BPR Jatim Jombang, Ponco Mardi Utomo, melakukan PKS terkait pemanfaatan sertifikat tanah, di Surabaya, Rabu (16/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 38 kantor cabang PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jawa Timur atau Bank UMKM Jatim, bersama kantor cabang Badan Pertanahan Nasional (BPN) se-Jatim, melakukan Penandatanganan Kerjasama (PKS) terkait data sertifikat tanah, Rabu (17/7/2019).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Utama Bank UMKM, dan Kepala Kanwil BPN Jatim pada Juni 2019 lalu.

Kepala Kanwil BPN Jatim, Heru Santoso mengatakan, sertifikat tanah saat ini memiliki nilai yang cukup untuk diagunankan di perbankan.

"Terutama sebagai jaminan mendapatkan modal usaha. Setiap kali kami ada pembagian sertifikat, selalu ada perbankan, terutama BUMN yang hadir dan siap menerima sertifikat itu sebagai agunan kredit usaha," ungkap Heru saat memberi sambutan.

Saat ini di Jawa Timur tercatat ada 8 juta sertifikat dari sekitar 18 juta bidang tanah. Sebanyak 10 juta bidang tanah ini dikebut oleh BPN dalam hal pengukuran sebagai syarat utama penerbitan sertifikat.

"Kami menyambut baik sekali kerjasama dengan Bank BPR Jatim ini, mengingat potensi yang didapat dari men-agunankan sertifikat ini cukup bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor modal usaha," lanjut Heru.

Tercatat tahun 2018, nilai sertifikat tanah yang diagunankan untuk modal usaha mencapai Rp 187 triliun. Tumbuh dari tahun 2016 yang hanya Rp 27 triliun. Dari jumlah itu, sebagian besar, pencairannya melalui perbankan BUMN, seperti BRI, BNI, dan Mandiri.

"Bila Bank BPR Jatim masuk, silakan. Potensinya sangat besar. Tahun 2019 ini, target kami bisa menerbitkan 1,28 juta sertifikat dan melakukan pengukuran 1,7 juta bidang tanah," jelas Heru.

Direktur Utama Bank BPR Jatim atau Bank UMKM, Yudhi Wahyu Maharani mengaku sangat tertarik dengan potensi tersebut. "Sebagai tahap awal, kami targetkan lewat kerjasama itu, bisa mencapai Rp 112 miliar. Tapi melihat evaluasinya, bisa dikembangkan menjadi lebih baik," kata Yudhi Wahyu.

Dalam penandatanganan kerjasama tersebut, hadir Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jawa Timur, Mas Hadi Purnomo.

"Kami sangat mendukung kerjasama ini. Di Jatim ada 9,7 juta UMKM yang operasional. Bila memang ada yang memerlukan pendampingan untuk penyaluran modal kerja melalui agunan sertifikat tanah ini kami siap ikut," kata Mas Hadi Purnomo.

Tak hanya itu, pihaknya juga punya tim monitoring dan investaris yang bisa bersama-sama dengan tim dari Bank BPR Jatim untuk menjaga agar kredit berjalan sesuai dengan progres dan peruntukannya. Bisa dikembalikan dengan angka NPL bisa rendah.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved