Berita Malang Raya

Nenek 59 Tahun Sebatang Kara di Malang Ditemukan Tewas di Rumahnya, Korban Diduga Mengidap Asma Akut

Mayat berjenis kelamin wanita ditemukan terbujur kaku di salah satu rumah di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Selasa (16/7/2019).

Nenek 59 Tahun Sebatang Kara di Malang Ditemukan Tewas di Rumahnya, Korban Diduga Mengidap Asma Akut
SURYAOnline/erwin wicaksono
Rumah nenek Purwati 59 tahun di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, dipasangi garis polisi, Selasa (16/7/2019). 

SURYA.co.id | PAKIS - Mayat berjenis kelamin wanita ditemukan terbujur kaku di salah satu rumah di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Selasa (16/7/2019).

Identitas mayat tersebut diketahui bernama Purwati berusia 59 tahun, warga setempat. Purwati kabarnya selama ini hidup sebatang kara.

"Penyebab kematian korban diduga kuat karena penyakit asma akut dan bronkitis. Usai dievakuasi jenazah korban langsung dilarikan ke kamar mayat RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar),” ujar Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, ketika dikonfirmasi.

Ainun menambahkan, mayat pertama kali diketahui oleh Miatin (47) yang merupakan adik kandung korban. Saat itu saksi sekitar pukul 11.30 pulang dari menjemput anaknya sekolah.

Kala itu, saksi sedang melintasi depan rumah korban. Langkah kaki saksi terhenti karena mencium aroma tak sedap yang bersumber dari dalam rumah korban. Resah, Miatin jalan tergesa-gesa untuk memberi tahu suaminya.

"Tidak lama setelah itu, leduanya sempat mendobrak pintu belakang rumah korban yang saat itu terkunci. Ketika berhasil mendobrak dan masuk kedalam rumah, kedua saksi melihat korban dalam kondisi tidur terlentang dengan dua tangan menengeladah ke atas kepala," jelas Ainun.

Menyadari anggota keluarganya ada yang meninggal dunia, membuat Miatin melapor ke perangkat desa setempat, lalu diterukan ke Polsek Pakis. Petugas dibantu warga mengevakuasi jenazah RS Saiful Anwar Malang.

"Terakhir kali diketahui oleh warga sekitar korban berada didalam rumah tersebut pada hari Sabtu tanggal 13 Juli 2019. Petugas medis tidak menemukan adanya luka bekas penganiayaan di tubuh korban," beber Ainun.

Di sisi lain, usai dibawa ke RSSA Malang, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.

"Bahwa keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi serta menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan sebagai takdir. Keluarga telah dibuatkan surat pernyataan menolak dilakukan otopsi," tutup Ainun.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved