Berita Surabaya

Kapendam V/Brawijaya Apresiasi Penyuluhan Bahaya Narkoba di Lokasi TMMD di Sampang Madura

Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya Kolonel (Inf) Singgih Pambudi Arinto, S. IP, M. M, mengapresiasi penyuluhan bahaya peredaran gelap narkoba.

Kapendam V/Brawijaya Apresiasi Penyuluhan Bahaya Narkoba di Lokasi TMMD di Sampang Madura
foto: istimewa
Penyuluhan bahaya peredaran gelap narkoba dan narkotika di lokasi TMMD, di Dusun Karang Anyar, Desa Karang Anyar, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin (15/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya Kolonel (Inf) Singgih Pambudi Arinto, S. IP, M. M, mengapresiasi sosialisasi tentang penyuluhan bahaya peredaran gelap narkoba dan narkotika di lokasi TMMD.

Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Karang Anyar, Desa Karang Anyar, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin (15/7/2019).

Keberadaan narkoba, kata almamater Akademi Militer tahun 1997 ini, dinilai sangat meresahkan, terlebih terhadap masa depan bangsa dan negara.

“Narkoba sangat rawan terhadap perkembangan bangsa. Sebab, narkoba lebih cenderung menyerang pelajar maupun pemuda,” kata Kapendam saat di ruangan kerjanya, Senin (15/7/ 2019).

Mantan Dansatgas Indobatt-02 itu bahkan menuturkan, kejahatan narkoba tak pandang bulu ketika menyasar para korbannya.

“Hampir semua profesi dan semua usia, berada di bawah bayang-bayang kejahatan itu (narkoba, red),” tandasnya.

Sosialisasi bahaya narkoba oleh Satgas TMMD di Kabupaten Sampang, menurutnya, suatu hal yang mutlak dilakukan.

Pasalnya, minimnya wawasan masyarakat akan bahaya obat-obatan terlarang tersebut, seakan menjadi sasaran empuk bagi para pengedar barang haram itu.

“Masyarakat harus paham kalau narkoba itu, sangat mengancam masa depan. Baik masa depan diri sendiri dan negara,” tegas Kapendam.

Terpisah, Dansatgas TMMD Kodim Sampang, Letkol Czi Ary Syahrial mengatakan terdapat berbagai penyuluhan yang dilakukan Satgas ke masyarakat di lokasi TMMD.

Selain penyuluhan mengenai bahaya peredaran gelap narkoba dan narkotika, warga juga bakal dibekali penyuluhan mengenai kesehatan, pendidikan, hingga pelatihan home industri.

“Penyuluhan itu, nantinya akan melibatkan semua pihak ataupun stakeholder Sampang,” bebernya.

Penulis: Joko Hari Nugroho
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved