Identitas Mayat Berselimut di Magetan Terungkap. Korban Ternyata Mahasiswa Timor Leste

Polisi mengungkap identitas mayat berselimut di jurang Cemorosewu, Magetan. Ternyata mayat itu adalah mahasiswa Timor Leste yang kuliah di Yogyakarta

Identitas Mayat Berselimut di Magetan Terungkap. Korban Ternyata Mahasiswa Timor Leste
kompas.com/dok.surya
Terungkap Mayat Berselimut di Jurang Cemorosewu Magetan ternyata Mahasiswa Yogyakarta, 

SURYA.co.id | MAGETAN - Teka-teki identitas mayat laki-laki yang ditemukan berselimut di jurang Cemorosewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, akhirnya terungkap. 

Mayat yang telah membusuk itu ternyata adalah mahasiswa asal Timor Leste yang terakhir kali diketahui kuliah di Yogyakarta. 

"Setelah kami melakukan penyelidikan dengan melibatkan jaringan di wilayah Jatim dan Jateng, Sabtu (13/7) malam, mendapat titik terang. Ada korban penculikan yang dilaporkan 4 Juni 2019 lalu di Polda DI Yogyakarta,"kata Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Riffai kepada Surya, Senin (16/7).

Berbekal informasi itu, Polres Magetan yang didukung Polda DIY melakukan identifikasi ulang terhadap mayat tersebut.  Hasilnya, mayat itu memang identik dengan mahasiswa yang dilaporkan hilang. 

"Per hari ini, Senin (15/7) dokumen, barang bukti, dan mayat kami serahkan ke Polisi Daerah untuk pengungkapkan lebih lanjuti, dan Alhandulillah setelah dilakukan otopsi, mayat, 99 persen identik atas nama Joao Bosco Baptista Colo Batan (21).

Dikatakan Riffai, keberhasilan mengungkap identitas mayat itu selain berdasarkan keterangan saksi saksi dan orangtua angkat, juga dari sidik jari saat korban melakukan pembuatan paspor, identik dengan korban.

"Korban warga negara asing, Timor Leste, dan kuliah di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta,"ujar Kapolres Riffai.

Riffai mengatakan, penyidikan terhadap dugaan kasus pembunuhan itu kini dilimpahkan ke Polda DIY. 

"Tugas kami melaporkan penemuan dan mengamankan barang bukti. Untuk pengungkapan kasusnya, dilakukan penyidik Polda DIY,"kata Muhammad Riffai.

Menurut Riffai, tugas memperdalam kasus itu adalah kewenangan Polisi DIY, termasuk pengungkapan mengapa sampai jenazah dibawa ke Magetan dan pembunuhan itu terkait masalah apa.

"Pengungkapan pembunuhan dan masalahnya, dan mengapa dari Yogya dibawa ke Magetan. Itu kewenangan Polisi DIY,"kata Kapolres Magetan Riffai.

Seperti diberitakan, warga Dusun Cemorosewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan di gegerkan penemuan mayat yang dibungkus selimut dan di buang ke jurang setenpat.

Diperkirakan, mayat berselimut itu sudah berada di jurang sekitar sepekan sebelum akhirnya di temukan warga setempat dengan kondisi sudah membusuk, sehingga wajahnya sulit dikenali.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved