Berita Surabaya

Gerindra Tak Beri Sanksi PAW ke Wakil Ketua DPRD Surabaya yang Ditahan Kejaksaan, Ini Alasannya

Partai Gerindra tak akan mengganti kadernya di DPRD Surabaya, Darmawan, yang kini ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak

Gerindra Tak Beri Sanksi PAW ke Wakil Ketua DPRD Surabaya yang Ditahan Kejaksaan, Ini Alasannya
TribunJatim.com/Syamsul Arifin
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Dharmawan, digiring menuju mobil tahanan. Selasa, (16/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Gerindra tak akan mengganti kadernya di DPRD Surabaya, Darmawan, yang kini ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Sebab, Aden (sapaan Darmawan) yang kini berstatus tersangka, telah berada di penghujung masa jabatan dewan periode 2014-2019.

"Soal PAW, sepertinya tidak mungkin. Sebab, masa akhir kerja dia kan juga kurang dari dua bulan. Kemungkinan, bulan Agustus nanti selesai," kata Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim Bidang Hukum, Abdul Malik, kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (16/7/2019).

Apalagi, Aden yang juga Wakil Ketua DPRD Surabaya ini gagal lolos ke DPRD Surabaya periode 2019-2024.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Ditahan, Gerindra Jatim Siap Berikan Bantuan Hukum Jika Darmawan Meminta

"Beliau juga nggak terpilih lagi kan. Jadi, tak ada persiapan untuk PAW," sambungnya.

Pada pemilu 2019, Aden memang menjadi salah satu calon legislatif (Caleg) Partai Gerindra dari daerah pemilihan Surabaya 4, namun gagal lolos ke DPRD Surabaya.

Dapil Surabaya 4 membawahi lima kecamatan, yakni Gayungan, Jambangan, Sawahan, Sukomanunggal dan Wonokromo.

Berada di nomor urut 8, Aden pun kalah dalam perolehan suara dari rekan separtainya, Bahtiyar Rifai, Caleg Gerindra nomor urut2.

Gerindra di pemilu 2019 mendapatkan lima kursi DPRD Surabaya dari total 50 kursi yang diperebutkan.

Dengan perolehan sebanyak itu, partai berlambang kepala garuda ini berada di nomor urut 2 perolehan kursi terbanyak di bawah PDI Perjuangan yang meraih 15 kursi dan berpotensi kembali meraih kursi pimpinan dewan kembali.

Sebelumnya, Malik juga mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan kemungkinan bantuan hukum kepada Aden.

Untuk menyiapkan bantuan hukum tersebut, Gerindra masih akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan Aden.

"Kalau sudah ditahan, seharusnya sudah didampingi pengacara. Sebab, status yang bersangkutan pasti naik dari saksi menjadi tersangka," pungkasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved