Gempa Bumi

FOTO-FOTO Kerusakan Akibat Gempa 6,0 SR di Banyuwangi, Atap Teras Masjid Roboh, Dinding Kantor Retak

Gempa 6,0 SR yang berpusat di 83 KM Barat Daya Nusa Dua, Bali telah merusak sejumlah bangunan di Banyuwangi, Jawa Timur.

FOTO-FOTO Kerusakan Akibat Gempa 6,0 SR di Banyuwangi, Atap Teras Masjid Roboh, Dinding Kantor Retak
istimewa
FOTO-FOTO Kerusakan Akibat Gempa 6,0 SR di Banyuwangi, Atap Masjid Roboh 

SURYA.CO.ID - Gempa 6,0 SR yang berpusat di 83 KM Barat Daya Nusa Dua, Bali telah merusak sejumlah bangunan di Banyuwangi, Jawa Timur. 

Informasi dari BPBD Bnayuwangi, hingga Selasa (16/7/2019) pukul 08.30 WIB, ada lima bangunan yang rusak akibat gempa 6,0 SR tersebut. 

Pertama, gempa membuat genteng atap mesjid turun di Desa Gintangan Kec. Blimbingsari.

Kemudian, genteng mushola turun di Dusun Purworejo, desa Kalipait Kec. Tegaldlimo.

Gempa juga membuat genteng Pos Linmas Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran Turun.

Selain itu, gempa juga mengakibatkan atap teras Masjid Nurul Iman Dusun Rajegwesi, Desa Sarongan roboh serta kantor Balai Penyuluhan KB Kecamatan Gambiran dinding retak.

FOTO-FOTO Kerusakan Akibat Gempa 6,0 SR di Banyuwangi, Atap Masjid Roboh
FOTO-FOTO Kerusakan Akibat Gempa 6,0 SR di Banyuwangi, Atap Masjid Roboh (istimewa)

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam rilis resmi menjelaskan beberapa poin berikut ini:

• Hari Selasa, 16 Juli 2019, pukul 07.18.35 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali pada kedalaman 104 km.

• Gempabumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault).

• Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, jember, lumajang II- III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami

Halaman
1234
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved