Berita Jember

Dari 1.984 CJH Jember hanya 700 yang Tidak Masuk Kelompok Risiko Tinggi, ini Pesan Bupati Faida

Data Pemkab Jember, dari jumlah1.984 CJH itu sebagian besar merupakan kelompok risiko tinggi (Risti) sebanyak 1.284 orang.

Dari 1.984 CJH Jember hanya 700 yang Tidak Masuk Kelompok Risiko Tinggi, ini Pesan Bupati Faida
SURYAOnline/sri wahyunik
Para jemaah haji Kabupaten Jember menjelang dilepas Bupati Faida, Selasa (16/7/2019). 

SURYA.co.id | JEMBER - Sebanyak 2.023 warga Kabupaten Jember berangkat haji tahun 2019. Dari jumlah itu, 1.984 calon jemaah haji (CJH) berangkat dari Kabupaten Jember, sisanya berangkat dari sejumlah daerah di luar Jember.

Jumlah ini termasuk dengan petugas haji daerah, baik tim pemandu haji Indonesia (TPHI) maupun tim kesehatan haji Indonesia (TKHI).

Sebanyak 1.984 orang tersebut dilepas oleh Bupati Jember Faida, dan Wakil Bupati Abdul Muqit Arief di gedung Balai Serba Guna (BSG) Jember, Selasa (16/7/2019).

Data Pemkab Jember, dari jumlah CJH itu sebagian besar merupakan kelompok risiko tinggi (Risti) sebanyak 1.284 orang.

Kelompok non risiko tinggi hanya 700 orang. CJH yang usianya di atas 60 tahun mencapai 580 orang, dan berusia di atas 50 tahun sebanyak 343 orang.

"Tetapi jemaah haji kita didampingi 24 jam oleh tim kesehatan haji. Tentunya akan memantau CJH yang termasuk dalam risiko tinggi, dan lansia. Karena mereka yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi jumlahnya banyak," ujar Bupati Jember Faida.

Selain itu, kepada CJH yang muda dan sehat, imbuhnya, sebaiknya juga membantu CJH yang lansia.

"Ditambah lagi jika mereka belum pernah keluar negeri. Jadi saya minta tetap budayakan gotong royong, saling tolong menolong. Jangan pernah berpikiran, ah bukan rombongan saya, bukan kelompok terbang. Namun bantu semuanya, apalagi mereka yang lansia dan berisiko tinggi," tegas Faida.

Ribuan CJH itu akan diberangkatkan pada 20 - 21 Juli mendatang. Mereka terbagi dalam lima kelompok terbang yakni Kloter 43, 44, 45, 46, dan 47.

Sementara itu, Wabup Jember Abdul Muqit Arief meminta para CJH Jember untuk selalu menjaga kesehatan mereka selama berhaji. "Karena infonya cuaca di sana sekarang cukup ekstrem. Karenanya mulai sekarang rajin minum air putih, banyak makan buah, dan rajin olahraga," ujar Wabup Muqit.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember Muhammad menambahkan, jumlah jemaah haji tahun ini sebanyak 1.984 jemaah, termasuk TPHD (Tim Pemandu Haji Daerah) 10 orang. Berdasarkan jenis kelamin, ada 1003 laki-laki dan 981 perempuan.

CJH paling tua berusia 98 tahun bernama Armo, asal Kecamatan Kalisat. Sedangkan termuda berusia 18 tahun, ada beberapa orang hanya terpaut bulan.

Salah satu CJH yang berusia 18 tahun adalah M Kafin Wasil dari Desa/Kecamatan Tempurejo. Dia berangkat haji bersama paman, bibi, dan dua orang sepupunya. Pemuda itu didaftarkan haji oleh orang tuanya, saat masih berusia 9 tahun.

"Karena orang tua itu ingin, anak-anaknya berhaji saat usianya masih muda. Dulu ibu dan bapak saya haji ketika usianya sudah tua, jadi susah," ujar Kafin.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved