ASN Ancam Laporkan Kebijakan Wali Kota Pasuruan ke PTUN, Pusaka : "Itu Tidak Etis"

"saya melihat ancaman ini tidak etis dilayangkan oleh seorang ASN yang notabene dia memiliki kode etik dan aturan - aturan di lingkungannya,"

ASN Ancam Laporkan Kebijakan Wali Kota Pasuruan ke PTUN, Pusaka :
foto: istimewa
Ilustrasi 

Saat itu, ia merasa mutasi masih dalam tahap yang wajar. Namun, paska dilantik, proses mutasi digagalkan karena Pemkot diketahui tak memiliki rekomendasi dari Pemprov Jatim dan tak memiliki izin dari Kemendagri.

Nah, otomatis, status mutasi sebelumnya batal. Tak lama, Pemkot Pasuruan kemudian melakukan mutasi ulang pada 16 Mei, setelah memenuhi prosedur dan persyaratan. Saat mutasi kedua pada 16 Mei, posisinya berganti menjadi Kasi Sarpras Kecamatan Bugulkidul.

Terpisah, Kuasa Hukum Khusnul Khotimah, Suryono Pane mengatakan, sampai tiga hari kerja ini dari pengiriman surat keberatan yang ditujukan ke Plt Wali Kota Raharto Teno Prasetyo atas status kliennya, belum ada tanggapan ataupun jawaban.

"Belum ada tanda - tanda sama sekali dijawab atau tidak surat keberatan yang kami kirimkan jumat kemarin. Intinya, kalau tidak ada jawaban atau penjelasan dan tanggapan dari surat yang kami layangkan, saya dan klien saya akan melapor ke PTUN," katanya.

Dia menjelaskan, sebenarnya poin tuntutan kliennya adalah administrasi dalam birokrasi. Sebenarnya, bukan soal status atau jabatan dimana kliennya ini ditempatkan. Tapi, ada kesalahan prosedur dalam mutasi ini.

Menurut Pane, kliennya ini dimutasi awal itu statusnya lurah. Di mutasi kedua, kliennya tiba - tiba dimutasi sebagai Kasi Sarpras. Nah, anehnya, mutasi awal yang digugurkan atau dibatalkan itu tidak pernah diberitahukan. Dalam kata lain, tidak ada surat dari Pemkot yang memberitahukan bahwa status kliennya ini dibatalkan untuk mutasi awal.

"Ini yang ingin kami sampaikan. Biarkan ini menjadi pembelajaran untuk Pemkot Pasuruan. Ini kelasnya Pemkot, kalau ada apa - apa, khususnya kemarin pembatalan mutasi itu harus ada surat resminya. Ini pemkot, bukan ta'mir masjid. Ada tahapan - tahapan yang harus dilakukan," pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved