Ekonomi Bisnis

Volume Transaksi dan Nasabah Baru PT RFB Tumbuh Positif di Semester I 2019, Ini Sebabnya

PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) mengalami pertumbuhan total volume transaksi dan kenaikan nasabah baru

Volume Transaksi dan Nasabah Baru PT RFB Tumbuh Positif di Semester I 2019, Ini Sebabnya
istimewa
CEO RFB, Teddy Prasetya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Melewati waktu semester pertama 2019, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) mengalami pertumbuhan total volume transaksi dan kenaikan nasabah baru. untuk transaksi naik sebesar 10,50 persen menjadi 680.141 lot, sementara nasabah baru yang meningkat 29,14 persen atau sebanyak 1.693 nasabah baru dibandingkan semester pertama tahun lalu.

Total volume transaksi bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) masih menjadi pendorong utama kinerja Perseroan dengan kontribusi mencapai 78,67 persen, dan mengalami kenaikan sebesar 23,02 persen menjadi 535.069 lot. Sementara itu, total volume transaksi multilateral (komoditi) terkoreksi sebesar 19,65 persen menjadi 145.072 lot dibandingkan semester pertama di tahun 2018 sebesar 180.556 lot.

“Sepanjang enam bulan pertama, kami tumbuh moderat dan masih menempati posisi teratas di industri, kendati kondisi perekonomian masih sedikit melambat. Semua karena dukungan dari para nasabah, karyawan dan stakeholder yang senantiasa bersama RFB,” ujar CEO RFB, Teddy Prasetya, Senin (15/7/2019).

Buah dari kepercayaan nasabah terhadap RFB pun ditunjukkan dengan membawa Perseroan tetap menjadi nomor satu di industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dengan kontribusi 17,89 persen dari total perusahaan pialang berjangka yang menjadi anggota di Bursa Berjangka Jakarta.

Catatan ini mendorong RFB untuk memantapkan target Perseroan mencapai total volume transaksi sebesar 1,5 juta lot di akhir 2019.

Teddy mengatakan bahwa kepercayaan menjadi kunci bisnis perusahaan pialang berjangka, termasuk RFB.

Hal ini hanya bisa dibangun melalui integritas yang ditunjukkan secara konsisten kepada nasabah melalui edukasi dan promosi yang benar, serta penegakan aturan yang tepat.

“Setiap tenaga broker yang bekerja pada kami, di didik untuk selalu bekerja profesional dan mengedukasi calon nasabah, tidak hanya dari sisi potensi keuntungan melainkan juga risiko dari investasi. Semua harus sesuai dengan prinsip transparansi yang kami anut dan salah satu nilai budaya perusahaan yang kami jalankan yaitu fairness,” tandasnya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved