Via Video Call WhatsApp (WA), Wanita Jadi-jadian Ini Bikin Pria Ini Turuti Kemauannya

Via video call WhatsApp (WA), wanita jadi-jadian ini bikin seorang pria di Palopo patuh hingga mau beri uang Rp 500 ribu.

Via Video Call WhatsApp (WA), Wanita Jadi-jadian Ini Bikin Pria Ini Turuti Kemauannya
The Independent
ILUSTRASI. Via Video Call WhatsApp (WA), Wanita Jadi-jadian Ini Bikin Pria 'Bertekuk Lutut' dan Diperas 

"Kemarin cuma baca2 para korban aja di facebook. Eh gua beneran kena Astaghfirullah.

Nyari duit gitu amat ya orang. Dasar Binatang!!!" tulis Syiifa Aulia

4. Netizen banyak mengalami hal serupa

Postingan tersebut akhirnya menjadi viral dan telah dibagikan sebanyak 54 ribu kali.

Bahkan mendapatkan lebih dari 4500 komentar dari para pengguna Facebook.

Rupanya banyak pula wanita yang berkisah bahwa dirinya menjadi korban kasus serupa.

"Yaampun saya pernah kayak gini lagi ngajar disekolah trus tiba2 ada pangilan masuk vc. Kebetelan saya klau nmr2 gag knal kamera aka saya arahkan ke yg lain, dan itu si penlpon nunjukin alat vitalnya. Seketika marah dan akhir nya blokir nmr itu. Semoga teman2 wanita lainnya tidak mengalami ini yaah," tulis akun Yesika Gulo.

"Aku jg prnh kena,tp suami yg angkat.ktnya iya kyak gitu,dia say hallo langsung mau buka celana,pas liat yg angkat cowok lngsung d matikan," komentar akun Lucya Desri Yenti.

Akun Rista Nurmalasari  juga pernah mengalami hal serupa.

"Sama aku juga pernah ngalamin kaya gitu ada nomor ga dikenal telpon lgsg megang alat vital," tulisnya dalam kolom komentar.

5. Tak hanya via video call

Tak hanya melalui internet, pelecehan seksual seperti inipun kerap terjadi di beberapa tempat

Sebelumnya, seorang warganet memperingatkan kaum perempuan di wilayah Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, tentang keberadaan seorang eksebisionis.

Eksebisionis adalah penyimpangan perilaku seksual yang kerap memperlihatkan kemaluannya.

Dikisahkan seorang Sales Promotion Girl, sebut saja Sinta, dirinya pernah sengaja dicegat seorang laki-laki mengendarai motor matic.

Kejadiannya lebih dari sepekan, namun Sinta kembali mengurai kisah yang disebutnya sangat menjijikkan dan membuat trauma itu.

Saat itu Sinta keluar dari sebuah toko, usai menjual barang bersama temannya.

“Dari kejauhan dia sudah mengeluarkan kelaminnya,” tutur Sinta.

Laki-laki itu diperkirakan berusia di atas 30 tahun.

Mukanya ditutup dengan kain dan mengenakan helm fullface.

Melihat Sinta dan temannya dari kejauhan, laki-laki itu terus memainkan kelaminnya.

Sinta yang dibonceng temannya buru-buru mengeluarkan telepon genggam dan berusaha mengambil gambar.

Sadar akan difoto, laki-laki itu buru-buru memasukkan kelaminnya dan menghidupkan motornya.

Sinta sempat mengambil satu foto, saat pelaku akan beranjak pergi.

Sinta juga sempat mencatat nomor polisi motor yang digunakan pelaku.

Namun perempuan berparas cantik ini enggan melaporkan kejadian yang tidak menyenangkan ini.

“Saya hanya ingin memberi peringatan kepada perempuan lain, hati-hati dengan orang ini,” ujar Sinta.

Perilaki laki-laki itu dianggap Sinta sudah meneror dirinya sebagai seorang perempuan.

Jika nantinya ada korban lain, dirinya berharap pelaku ditangkap polisi.

Aksi pelecehan seksual dengan cara memamerkan alat kelamin juga pernah terjadi di Mojokerto.

Aksi pelecehan ini terjadi di terjadi di depan SMA Kita Bakti, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Rabu (13/03/2019) pukul 07.30 WIB.

Korban yang mengalami aksi pelecehan itu bernama El (25) warga Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Kala itu El tengah menunggu penjual kue yang mengantar pesanannya.

"Pagi itu saya COD (Cash On Delivery) dengan penjual kue," katanya, Sabtu (16/3/2019).

Tak seberapa lama, datang seorang laki-laki paruh baya dengan mengendarai sepeda motor dari arah belakang El.

Kemudian pengendara motor itu berhenti tepat di hadapannya.

Pria itu mengendarai sepeda motor hitam nopol S 6587 TC.

Pelaku mengenakan celana jeans, jaket putih berbalut warna hitam pada lengan serta helm putih.

Saat melancarkan aksinya pelaku menutup wajahnya menggunakan kaca helmnya.

"Saya melihat sekilas pengendara motor itu. Saya pun kaget karena pengendara motor itu mengeluarkan kelaminnya.

Saya tidak bisa berteriak minta tolong. Saya hanya bisa berkata Astagfirullah dalam hati," ucapnya.

Dalam kondisi bergeming, El spontan mengeluarkan gawai dari sakunya.

Dia pun memotret pelaku dengan kamera gawai. Namun, sayangnya hasil jepretan El buram.

Karena tangan El saat itu gemetaran.

"Saya hanya memfoto tidak kepikiran untuk memvideo. Di sisi lain saya juga bingung mau berbuat apa," ungkapnya.

Selang beberapa menit, penjual kue pun tiba.

El bergegas membayar pesanannya. Dia juga sempat berbisik kepada penjual kue, bercerita soal pengendara motor yang berhenti di depannya dan mengeluarkan alat kelamin.

"Kemudian saya cepat-cepat pulang. Tetapi pria itu membuntuti saya.

Pria itu membuntuti saya hingga 500 meter," terangnya.

Selang beberapa jam, tersangka teror alat kelamin berhasil dicokok polisi.

Diketahui tersangka bernama RK (38) warga Gedongan Gg VIII Perum Jetis Permai, Kabupaten Mojokerto.

"Kami meringkus pelaku di rumahnya Jumat (15/3/2019) sekitar pukul 19.00 WIB," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Solikhin Fery, Sabtu (16/3).

Menurut keterangan dari tersangka, dia melakukan aksi memamerkan alat kelaminnya sejak 2 tahun yang lalu.

Sebelum, melakukan aksi pamer kelamin di Mojosari, dia juga melakukan aksi yang sama di Pasar Legi Mojosari.

Alasan tersangka memamerkan alat kelaminnya, karena ada rasa kepuasan tersendiri.

"Kami belum bisa menyimpulkan apakah pelaku ini yang melakukan aksi pamer alat kelamin di wilayah Sooko beberapa pekan lalu.

Pengakuan tersangka sendiri tidak melakukannya," tandasnya.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved