DPRD Kota Surabaya

Terkait Rencana Pemindahan Nama Jalan Bung Tomo ke Benowo, begini Reaksi Keluarga Bung Tomo

Mendengar kabar rencana pergantian nama jalan tersebut, keluarga besar Bung Tomo di Jakarta sudah mulai mengambil inisiatif untuk rapat.

SURYAOnline/nuraini faiq
MAKAM BUNG TOMO - Armuji dan Komunitas Pecinta Sejarah dan Perkembangan Kota (KPSPK) di makam Bung Tomo di Jalan Bung Tomo, kawasan Ngagel Surabaya, Senin (15/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dedi Endarto, perwakilan dari pihak keluarga Bung Tomo menyampaikan bahwa pihaknya sudah memberi tahu putra-putri Bung Tomo tentang rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang akan memindahkan nama jalan Bung Tomo di Ngagel ke kawasan kompleks Gelora Bung Tomo (GBT), Benowo.

"Mereka kaget dan ingin mendudukkan perkaranya," kata Dedi Endarto, Senin (15/7).

Begitu mendengar kabar rencana pergantian nama jalan tersebut, keluarga besar Bung Tomo yang kini berdomisili di Jakarta sudah mulai mengambil inisiatif untuk rapat.

“Sekitar empat hari yang lalu, ketika polemik ini sampai ke keluarga di Jakarta, mereka terkejut,” ujarnya.

Anggota keluarga menyadari bahwa Bung Tomo telah menjadi aset dan pahlawan bagi seluruh warga Surabaya. Terkait hal itu, keluarga memutuskan untuk meminta bantuan pada DPRD Kota Surabaya dan Komunitas Pecinta Sejarah dan Perkembangan Kota (KPSPK) sebagai komunitas daerah.

Keluarga berharap agar nama Jl Bung Tomo tetap dipertahankan di Ngagel, juga dekat dengan makamnya.

Bambang Sulistomo (anak kedua Bung Tomo) yang sekarang tinggal di Jakarta juga menyatakan kesediaannya untuk diajak berdiskusi.

"Sewaktu-waktu Bambang bisa dipanggil untuk hearing bersama DPRD atau Pemkot Surabaya," pungkas Dedi Endarto. (fai)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved