Sebelum Memotret Liputan Sidang, Wartawan di PN Surabaya Akan Harus Minta Izin ke Hakim

"Bukannya tidak boleh, namun ada aturan tertentu. Karena selama ini dalam prakteknya teman-teman wartawan kan kadang tidak melihat situasi sidang,"

Sebelum Memotret Liputan Sidang, Wartawan di PN Surabaya Akan Harus Minta Izin ke Hakim
surabaya.tribunnews.com/samsul arifin
Poster yang menjelaskan aneka larangan di ruang sidang di PN Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengadilan Negeri (PN) Surabaya akan membuat aturan terkait pengambilan gambar pada persidangan bagi awak media.

Hal itu dikatakan wakil humas PN, Martin Ginting.

Pada pekan lalu, beberapa pewarta dibuat kaget saat tengah meliput sidang di salah satu ruang sidang. Majelis hakim menghimbau sebelum mengambil gambar harus meminta izin terlebih dahulu kepada ketua majelis.

"Aturan ini bertujuan menertibkan saja. Boleh, bukannya tidak boleh namun ada aturan tertentu. Karena selama ini dalam prakteknya teman-teman wartawan kan kadang tidak melihat situasi sidang. Kami para hakim juga butuh konsentrasi," ujar Ginting yang juga sebagai hakim ini, Senin, (15/7/2019).

Salah satu aturannya dijelaskan Ginting, saat mengambil gambar dilarang menyalakan blitz. Kemudian harus menggunakan ID Pers.

"Nanti kami akan membuat aturannya, maksudnya supaya tertib juga. Ini kan pengadilan negara jadi semuanya ada aturannya," jelasnya.

Dalam aturan sebelumnya, sebelum memulai sidang para majelis hakim memberikan waktu dua menit untuk jurnalis mengabadikan momen. Setelah itu awak media dihimbau untuk mengikuti jalannya sidang.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved