Malang Raya

Belasan Ribu Peserta Seleksi Mandiri di Universitas Brawijaya Bikin Macet, Rektor Minta Maaf

Sebanyak 13.073 peserta mendaftar di jalur seleksi mandiri Universitas Brawijaya Malang, Senin (15/7/2019).

Belasan Ribu Peserta Seleksi Mandiri di Universitas Brawijaya Bikin Macet, Rektor Minta Maaf
SURYA.co.id/Sylvianita Widyawati
Suasana kemacetan di dalam kampus Universitas Brawijaya Malang saat ujian jalur mandiri, Senin (15/7/2019). 

SURYA.co.id | MALANG - Sebanyak 13.073 peserta mendaftar di jalur seleksi mandiri Universitas Brawijaya Malang, Senin (15/7/2019).

Adanya hal ini, membuat kawasan kampus utama macet dan semrawut. Dari nopol kendaraan dari berbagai daerah.

Nampaknya banyak peserta atau keluarga peserta membawa kendaraan roda empat.

Saat konferensi pers, Rektor UB Malang, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR., MS. menyampaikan permohonan maaf karena kemacetan ini.

"Iya kondisinya seperti ini. Sehingga sulit mendapatkan lokasi parkir," kata Nuhfil.

Sementara ujian tulis terpusat di kampus utama. UB melakukan ujian tulis lagi setelah dua tahun jalur mandiri memakai nilai SBMPTN.

Tujuannya agar peserta yang mendaftar datang dan berjuang di ujian. Sebab jika hanya memakai nilai ujian, maka ada kecenderungan tidak daftar ulang.

"Paling besar angka tidak daftar ulang dari jalur mandiri. Sebanyak 15 persen," jelas rektor.

Untuk seleksi mandiiri, UB menyiapkan 669 ruang. Sedang jumlah pengawas ada 1338 orang. Serta ada 33 penanggung jawab ruangan.

Dari 13.073 pendaftar, peserta saintek sebanyaj 7371 orang. Sedang soshum ada 5416 orang. Dan campuran ada 286 orang.

Sedang kuota jalur mandiri sebanyak 3395 orang untuk 75 prodi.

Prodi Pendidikan Dokter dan Prodi Ilmu Hukum disebut Wakil Rektor I UB Prof Dr drh Aulanni'am DES sebagai pilihan favorit peserta ujian jalur mandiri. Sylvianita Widyawati

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved