Petugas KSDA Bongkar Kuburan Paus yang Mati Terdampar di Lumajang

BBKSDA Jatim membongkar kuburan paus yang mati di pantai Bambang, Lumajang, untuk mengidentifikasi jenis paus tersebut.

Petugas KSDA Bongkar Kuburan Paus yang Mati Terdampar di Lumajang
ist
Anggota Polsek Pasirian mendampingi petugas KSDA mengkaji bangkai paus yang mati terdampar di Lumajang 

SURYA.co.id | JEMBER - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur melalui Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo mengkaji bangkai paus yang mati terdampar di Pantai Bambang, Dusun Rekasan, Desa Bago, Kecamatan Pasirian, kabupaten Lumajang.

Petugas dari Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo telah datang ke pantai tersebut untuk melihat bangkai paus itu.

Karena bangkai paus sudah dikuburkan di tepi pantai, petugas BBKSDA bersama pihak kepolisian dibantu aparat desa setempat menggali tempat penguburan paus itu. Dua petugas itu lantas mengukur ulang bagian tubuh paus. Diketahui paus itu memiliki panjang 10,2 meter dan lebar 2,1 meter.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan pada tulang belulang bangkai paus tersebut dengan mengambil sampel tulang sebanyak empat potong yang telah terlepas.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban mengungkapkan kedatangan petugas dari Seksi KOnservasi Wilayah VI Probolinggo BBKSDA Jatim itu.

"Kedatangan Tim dari BBKSDA ini dengan maksud meneliti lebih lanjut jenis paus apa yang terdampar di Pantai Bambang beberapa hari yang lalu, dengan mengambil beberapa sampel untuk dilakukan identifikasi. Dan untuk selanjutnya BBKSDA akan mengirimkan data terkait bangkai ikan paus tersebut ke BBKSDA Jatim guna penanganan lebih lanjut," ujar Arsal, Minggu (14/7/2019).

Arsal menambahkan, kedua orang petugas itu datang dan melakukan tugasnya disertai dengan surat tugas. Kedatangan mereka untuk meneliti dan mengkaji paus itu setelah mendengar informasi terdamparnya paus di pesisir selatan Kabupaten Lumajang tersebut.

"Untuk selanjutnya menunggu tindakan lebih lanjut dari pihak BBKSDA, saya sudah perintahkan Kapolsek Pasirian bersama masyarakat dan Satgas Keamanan Desa agar menjaga bangkai paus tersebut. Jangan sampai ada orang yang ingin mengambil bagian tubuh bangkai paus," tegas Arsal.

Sementara itu, dari keterangan petugas BBKSDA yang mendatangi lokasi paus di Pantai Bambang, paus yang terdampar dan mati itu diperkirakan jenis paus bungkuk (Megaptera novaeangliae).

"Menurut identifikasi kami, bangkai paus ini merupakan jenis paus bungkuk yang kemungkinan masih muda. Sebelumnya, pada Oktober 2018 lalu, seekor paus yang diperkirakan memiliki panjang 20 meter dan berat 20 ton juga ditemukan terdampar di Pantai Kajaran Desa Bago Kecamatan Pasirian, Lumajang," kata Irsan Lubis, petugas dari Seksi Konservasi VI Probolinggo.

Rencananya bangkai paus tersebut bakal dibawa untuk dimuseumkan oleh pihak BBKSDA. Namun karena kondisinya yang hancur, pihak BBKSDA Jatim akan menunggu keputusan dari pusat.

Seperti diberitakan, Kamis (11/7/2019) warga di sekitar Pantai Bambang Kecamatan Pasirian, Lumajang menemukan paus terdampar di pantai itu.

Paus berukuran besar itu ditemukan dalam kondisi mati, dan bau yang menyengat. Setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, aparat kepolisian dan perangkat desa setempat memutuskan mengubur bangka paus itu masih di pesisir Pantai Bambang.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved