Berita Tuban

Pembunuh Pasutri di Tuban Ditangkap, Pelaku Aniaya Korban Pakai Kayu, Martil, Hingga Paving Blok

Pelaku pembunuhan secara sadis terhadap pasangan suami istri (Pasutri) di Dusun Tanggungan, Desa/ Kecamatan Plumpang, Tuban, akhirnya terungkap

Pembunuh Pasutri di Tuban Ditangkap, Pelaku Aniaya Korban Pakai Kayu, Martil, Hingga Paving Blok
istimewa
Wiji (37), pelaku pembunuhan terhadap dua pasutri di Tuban bermotif pencurian, ditangkap Tim Macan Ronggolawe (Marong) Satreskrim Polres Tuban, Sabtu (13/7/2019), disertai sejumlah barang bukti 

SURYA.co.id | TUBAN - Pelaku pembunuhan secara sadis terhadap pasangan suami istri (Pasutri) di Dusun Tanggungan, Desa/ Kecamatan Plumpang, yang diketahui Jumat (12/7/2019), akhirnya terungkap. Pelaku diketahui bernama Wiji (37), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro.

Dia tega menghabisi nyawa Sukamto (60) dan Sri Endangwati di rumah korban dalam keadaan jarak yang terpisah. Tersangka ditangkap di kawasan Jembatan Merah Plaza Surabaya, Sabtu (13/7/2019), namun polisi terpaksa melumpuhkan kakinya dengan timah panas, karena saat akan ditangkap melawan.

"Tersangka kita tangkap Sabtu kemarin dengan melibatkan tim Jatanras Jatim. Kita tembak kakinya," Kata Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono, Minggu (14/7/2019).

Breaking News - Pasutri di Tuban Ditemukan Tewas di Tokonya, Polisi Masih Olah TKP

Dia menjelaskan, pelaku tega menghabisi nyawa pasutri yang juga dikenal sebagai pengusaha itu dengan menggunakan kayu panjang, martil, paving blok.

Benda-benda itu dipukulkan pada bagian kepala korban hingga mengalami luka terbuka.

Sukamto ditemukan tewas di lorong belakang dan Sri Endangwati ditemukan tergeletak di tempat pembuatan kasur.

Pembunuhan tersebut ternyata bermotif pencurian, karena tersangka membawa kabur sejumlah barang berharga.

"Motifnya pencurian dengan pemberatan, barang bukti yang digunakan untuk membunuh sudah kita amankan," Terangnya.

Mantan Kasat Reskrim Tulungagung itu menambahkan, dari hasil pemeriksaan tersangka mencuri sepeda motor, sembilan buku tabungan, tiga hand phone, dan uang tunai jutaan rupiah.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 365 Ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Tersangka kita jerat dengan pencurian pemberatan (curat), ancaman 15 tahun penjara," Pungkasnya

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved