Berita Malang Raya

Solusi Wali Kota Sutiaji terkait Bocah 8 Tahun di Malang Rela Amen demi Ibunya yang Sakit

Wali Kota Malang Sutiaji akhirnya mendatangi rumah Naga Putra Wicaksana, bocah 8 tahun yang rela amen demi ibunya yang patah tulang akibat kecelakaan.

Solusi Wali Kota Sutiaji terkait Bocah 8 Tahun di Malang Rela Amen demi Ibunya yang Sakit
foto: rifky edgar
Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Dr Supranoto mendatangi rumah Siti Asiah, warga Jalan Borobudur Gang IV Kota Malang yang sedang patah tulang akibat kecelakaan, Minggu (14/7). 

SURYA.co.id | MALANG - Wali Kota Malang Sutiaji akhinya mendatangi rumah Naga Putra Wicaksana, bocah delapan tahun yang rela mengamen untuk mengobati ibunya Siti Asiah (33) yang kini tengah sakit pada Minggu (14/7).

Sutiaji datang bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Dr Supranoto dan Plt Kepala Dinas Sosial Kota Malang Peni Indriani.

Orang nomor satu di Kota Malang itu kemudian langsung duduk sembari ditemani Dr Supranoto untuk mengajak ngobrol Siti Asiah yang tinggal di Jalan Borobudur Gang IV, Blimbing Kota, Malang.

Dalam obrolan itu, Siti Asiah menceritakan kronologi kejadian kecelakaan dirinya yang mengakibatkan tangan dan kakinya patah.

"Seandainya kalau dari awal ini segera ditangani pasti tidak akan seperti ini. Tapi secara medis katanya masih bisa dibenahi," ucap Sutiaji.

Pada kesempatan itu pula, Sutiaji berterimakasih kepada media sosial dan masyarakat Kota Malang soal kasus ini.

Untuk itu, rencananya Siti Asiah akan dibawa ke Rumah Sakit Erkaset agar segera diberikan perawatan.

"Ya saat ini masih membuat rujukan dulu di Rumah Sakit Erkaset. Sedangkan untuk BPJS-nya kini masih diurus," ucapnya.

Sedang Naga rencananya dibina Pemerintah Kota Malang ditempatkan di Desaku Menanti.

Pekerjaan Naga selama ini yang menjadi pengamen karena disuruh ibunya.

"Biarkan nanti kami bina di Desaku Menanti. Daripada mengamen di jalan. Karena saat ini kami harus merangi yang seperti itu," tandanya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Kepala Dinkes Kota Malang, Dr Supranoto.

Menurutnya, saat ini pihaknya akan mencari dulu dokter spesialis bisa menangani kasus patah kaki tersebut.

"Untuk saat ini akan kami bawa ke Rumah Sakit Erkaset. Tapi kami juga harus liat rumah sakitnya dulu untuk mencari dokter spesialis yang tepat," pungkasnya. (Rifky Edgar)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved