Citizen Reporter

Hanya 3 Hari, Paralegal Bisa Jadi 'Legal'

Pelatihan Paralegal ini digelar untuk meningkatkan peran aktif dan fungsi Paralegal dalam upaya penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum

Hanya 3 Hari, Paralegal Bisa Jadi 'Legal'
ist/citizen reporter
Pelatihan paralegal yang digelar SCCC di Trawas, Mojokerto. 

SURYA.co.id | Surabaya Children Crisis Centre (SCCC), sebuah lembaga Nirlaba yang berkomitmen dalam pendampingan, penanganan, serta pemenuhan hak-hak anak--khususnya anak yang berhadapan dengan hukum atau ABH--menggelar pelatihan paralegal

Pelatihan ini digelar selama 3 hari, mulai 11 Juli 2019 hingga 13 Juli 2019 di Trawas, Mojokerto. 

Pelatihan ini diikuti 50 peserta dari berbagai daerah. Di antaranya Batam, Jember, Bojonegoro, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Malang, Tulungagung, dan Surabaya. 

Dalam pelatihan ini, melalui berbagai metode, para peserta dilatih untuk bisa menjadi paralegal

Menurut Direktur SCCC, Edward Dewaruci, Pelatihan Paralegal ini digelar untuk meningkatkan peran aktif dan fungsi Paralegal dalam upaya penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum dan Korban Eksploitasi seksual komersil anak.

Selain itu, pelatihan juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas paralegal  tentang peraturan hukum yang berlaku dalam pendampingan anak, baik anak sebagai korban, pelaku, maupun saksi. 

“Dengan mengikuti pelatihan seperti ini, Paralegal yang biasa bersama ABH, akan bisa mengatasi keadaan darurat atau keadaan yang membahayakan bagi ABH. Bisa mengatasi kesewenang-wenangan hukum, bisa mengatasi diskriminasi," kata Edward. 

Edward menambahkan, kegiatan advokasi bisa dilakukan oleh orang yang bukan Sarjana Hukum selama orang tersebut tahu perundang-undangan. Katanya lagi, peran paralegal ini pun sudah diakui dalam hukum internasional mengenai pemberian bantuan hukum. 

"Paralegal telah memperoleh legitimasi hukum sehingga eksistensinya harus diakui oleh aparat penegak hukum dan institusi terkait lainnya," lanjutnya. 

Salah satu narasumber, Johan Avie, mengingatkan hal-hal penting yang harus diketahui paralegal. Misalnya, melengkapi dokumen dan surat keterangan yang jelas, harus menulis tujuan bersama saat advokasi, harus menuliskan siapa saja yang menjadi pelaku dan korban, serta harus menyusun strategi advokasi dan diakhiri dengan evaluasi. 

Waktu  tiga hari, dirasakan peserta Pelatihan Paralegal terlalu pendek, terutama peserta yang awam terhadap perlindungan hukum

”Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat. Apalagi  saya sering melakukan pendampingan, jadi menambah wawasan dan semakin tahu langkah-langkah yang akan saya lakukan ketika menghadapi kasus. tetapi sayangnya  waktunya kurang panjang, semoga ada pelatihan lanjutan sekaligus praktek,” kata Nurul, salah satu peserta dari Sanggar Alang Alang Surabaya.

Pelatihan selama 3 hari itu ditutup dengan materi membuat press release oleh Eben Haezer, sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kota Surabaya. Eben juga memaparkan materi mengenai perkembangan teknologi dan media komunikasi sebagai sumber dalam pendampingan hukum pada anak yang berhadapan dengan hukum. 

Penulis : Pri Handayani (Yeyen)

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved