Dinas Pendidikan Kota Blitar Larang Perploncoan dan Bullying Saat Masa Pengenalan Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Blitar melarang sekolah melakukan perploncoan atau membully siswa baru pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ini

Dinas Pendidikan Kota Blitar Larang Perploncoan dan Bullying Saat Masa Pengenalan Sekolah
antara/indrianto eko suwarso
Ilustrasi 

SURYA.co.id | BLITAR - Dinas Pendidikan Kota Blitar melarang sekolah melakukan perploncoan atau membully siswa baru pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di tahun ajaran baru ini.

Sesuai rencana, kegiatan MPLS dilaksanakan selama tiga hari mulai Senin (15/7/2019).

"Sekolah tidak boleh punya program bully-bullyan pada kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, M Sidik, Minggu (14/7/2019).

Sidik mengatakan kegiatan MPLS lebih banyak diisi dengan kegiatan mengenalkan program yang dimiliki sekolah ke siswa baru. Misalnya, pengenalan kegiatan ekstrakurikuler yang dimiliki masing-masing sekolah.

Dengan begitu, para siswa baru bisa memilih ikut ekstrakuriler apa yang sesuai dengan minatnya. Menurutnya, kegiatan MPLS model perploncoan seperti meminta siswa baru memakai barang yang aneh-aneh sudah tidak perlu lagi. Hal itu justru akan membebani para siswa baru.

"Pekan lalu sudah kami adakan pra MPLS. Pra MPLS diikuti siswa baru dan orang tua. Sekolah juga harus memberitahukan program-programnya ke orang tua," ujarnya.

Sidik juga berharap, pada hari pertama masuk sekolah, para orang tua bisa mengantar anak-anaknya ke sekolah. Hal itu untuk memberi semangat kepada anak-anak di hari pertama masuk sekolah.

Menurutnya, Pemkot Blitar juga mendukung program itu. Buktinya, Pemkot Blitar meniadakan apel rutin bagi PNS pada Senin (15/7/2019). Dengan tidak ada apel rutin, harapannya, para orang tua yang berstatus PNS bisa mengantar anaknya pada hari pertama masuk sekolah.

"Senin besok tidak ada apel di Pemkot. Agar orang tua yang bersatus PNS bisa mengantar anaknya ke sekolah. Di hari pertama masuk sekolah, kami ingin ada semacam prosesi penyerahan dari orang tua ke sekolah untuk para siswa baru," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved