Kamis, 28 Mei 2026

Single Focus

Baso Aci Akang Dharmahusada, Alternatif Kuliner Pedas di Surabaya

Kini semakin marak kuliner pedas di Surabaya. Salah satunya adalah baso aci. Seperti apa sih?

Tayang:
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Bakso Aci Akang di Dharmahusada, Surabaya. Bakso Aci Akang banyak dinikmati konsumen dengan citarasa pedas. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kini semakin marak kuliner pedas di Surabaya. Salah satunya adalah baso aci.

Kuliner khas Garut ini memiliki tekstur yang kenyal. Biasanya disajikan dengan beragam toping mulai dari ceker, tahu, hingga pilus. Cita rasa pedas bercampur asam menjadi ciri khas makanan ini.

Di Surabaya, terdapat beberapa tempat makan yang menawarkan menu makanan ini. Di antaranya yaitu Baso Aci Akang.

Hampir setiap hari, tempat makan yang salah satu cabangnya berlokasi di Jalan Dharmahusada no 115 itu kerap dipadati pembeli.

"Baso Aci di sini terdiri dari cilok yang isinya daging ayam, juga ada cuanki siomay, cuanki kembung, cuanki tahu, dan beberapa topping lainnya," tutur Ilham Fadila, supervisior Bakso Aci Akang Dharmahusada.

Kakkk, Ayam Geprek Sedia Menu Cabai 40

Terinspirasi Warga Surabaya yang Doyan Pedas, Karyawan Swasta Produksi Paru Njedir Online

Harga yang dibandrol pun beragam. Untuk dua pcs baso aci dan ceker, misalnya, dibandrol masing-masing Rp 2.500. Sementara cuanki kembung dan cuanki siomay dibandrol masing-masing Rp seribu, dan lain sebagainya.

Namun di sini, tutur Ilham, juga disediakan paket menu yang dibandrol mulai Rp 17 ribu hingga Rp 22 ribu.

"Paket yang favorit yaitu paket karohal yang harganya Rp 20 ribu. Isinya yaitu baso aci, batagor mini crispy, batagor kering, cuankie tahu mini, cuankie kembung, cuankie siomay, dan tetelan sapi," papar Ilham.

Berbeda di restoran baso aci lainnya, Baso Aci Akang menggunakan kaldu atau kuah bakso, bukan sekadar rebusan air biasa.

Mengenai level pedas, bisa diatur sendiri oleh pembeli. Terdapat sambal dan bubuk cabai yang ditempatkan pada setiap meja pembeli.

Ilham juga menuturkan Baso Aci Akang diminati banyak orang, terlebih lagi anak muda.

"Pelanggan paling banyak anak muda, seperti mahasiswa. Paling ramai ketika hari biasa, apalagi kalau Rabu dan Kamis. Kalau menjelang weekend agak sepi," tutur Ilham.

Ilham juga mengungkapkan bahwa Baso Aci Akang baru membuka cabang di Surabaya sejak 2019. Dibukanya kedai makan ini, lanjutnya, tak terlepas dari potensi pasar Surabaya yang menyukai jajanan pedas.

Baso Aci Akang buka pada pukul 11.00 hingga 23.00. Kecuali hari Jumat yang dibuka pukul 13.00 hingga 23.00.

Salah satu pelanggan Baso Aci Akang, Afiva Damas Saputri, menuturkan bahwa dirinya menikmati rasa yang ditawarkan oleh baso aci tersebut.

Konsultan bisnis yang doyan makan makanan pedas ini pun merekomendasikan baso aci di Baso Aci Akang.

"Kuahnya enak isinya banyak. Kalau di luar banyak pentolnya, di sini banyak gorengan yang lain juga. Cuman sepertinya kurang asin, karena saya pribadi suka makanan asin. Tapi secara keseluruhan enak," tutur Afiva.

Harganya pun, lanjutnya, cocok di kantong anak muda.

"Harganya terbilang normal, nggak jauhb dan dengan harga baso aci di luar sana. Tempatnya juga strategis, enak dibuat nongkrong. Jadi recommended buat yang suka pedas," ungkap Afiva

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved