Advertorial

UKWM Surabaya Tawarkan Joint Degree Program ke Korea Selatan dan Taiwan

Skema pendidikan ditempuh 2 tahun pertama di FB UKWMS dan 2 tahun terakhir diselesaikan di SolBridge.

UKWM Surabaya Tawarkan Joint Degree Program ke Korea Selatan dan Taiwan
Istimewa
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya melakukan Joint Degree Program IBM antara UKWMS dengan SolBridge International School of Business, Woosong University, Korea Selatan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rabu, 19 September 2018 merupakan momen bersejarah bagi Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dengan dibukanya pendaftaran mahasiswa untuk Joint Degree Program IBM antara UKWMS dengan SolBridge International School of Business, Woosong University, Korea Selatan.

Melalui program kerjasama ini mahasiswa dapat menempuh pendidikan tinggi di Korea dan memperoleh 2 gelar sarjana dari UKWMS dan SolBridge.

Skema pendidikan ditempuh 2 tahun pertama di FB UKWMS dan 2 tahun terakhir diselesaikan di SolBridge.

“Kami bekerjasama dengan Solbridge karena mereka memiliki ribuan mahasiswa yang berasal dari 56 negara berbeda, dimana 70% dari jumlah tersebut bukanlah orang Korea. Jadi mengikuti program ini akan membuat pesertanya terpapar pada internasionalisasi yang luar biasa, bahkan lebih dari sekedar pengalaman belajar di Korea,” tambah Lodo.

Kerjasama dengan Solbridge ditandai pula dengan kuliah tamu bertema “Digitizing Small Businesses to Seize Global Market” oleh Jerman Rose, Ph.D. Dekan of SolBridge International School of Business.

“Salah satu halangan utama adalah mentalitas dari mayoritas pelaku bisnis Indonesia yang cenderung sudah merasa puas dengan performa mereka di pasar lokal. Pelaku bisnis seringkali kurang mengenali lingkungan bisnis dan perbedaan budaya di luar negeri sehingga menjadi sulit bagi mereka untuk bermanuver dan mengeksplorasi target pasar baru,” demikian ungkap Dr. Wahyudi Wibowo ST., MM.,sebagai Koordinator Program International Business Management (IBM) FB UKWMS.

Ia menambahkan bahwa dalam dunia digital, kecepatan adalah segalanya.

Artinya dengan kombinasi pemahaman digital dan internasionalisasi mahasiswa dapat mengambil kesempatan yang ada untuk memperluas wawasan bisnis mereka, yang dapat dimulai dengan menyasar negara-negara tetangga di ASEAN.

Senada dengan pernyataan yang disampaikan oleh Wahyudi, Jerman juga memaparkan suatu studi kasus tentang bisnis ikan hias di dunia.

“Singapura adalah salah satu pelaku bisnis ikan hias terbesar di dunia. Ironisnya 40% ikan yang mereka jual berasal dari Indonesia. Jadi banyak pebisnis ikan hias Indonesia menjual ikan mereka ke Singapura hanya untuk dijual lagi ke negara-negara lainnya. Kenapa bisa begitu? Ternyata tak banyak eksportir ikan hias Indonesia yang memanfaatkan internet maupun media social untuk bisnis mereka,” paparnya.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved