Perkuat Nilai Pancasila dan Perjuangan Kemerdekaan untuk Millenial Jatim, Pemprov Gandeng LVRI

Penguatan penanaman nilai-nilai Pancasila dan juga nilai-nilai perjuangan kemerdekaan bagi kalangan millenial terus dilakukan oleh Pemprov Jatim

Perkuat Nilai Pancasila dan Perjuangan Kemerdekaan untuk Millenial Jatim, Pemprov Gandeng LVRI
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat audiensi dengan DPP dan DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Istimewa Humas Pemprov Jatim 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penguatan penanaman nilai-nilai Pancasila dan juga nilai-nilai perjuangan kemerdekaan bagi kalangan millenial terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam waktu dekat, Pemprov Jatim bakal menggandeng Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) untuk melaksanakan program penanaman nilai-nilai Pancasila dan melawan radikalisme.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) akan menyiapkan program untuk memperkuat dan menyebarluaskan nilai juang 45 kepada generasi muda terutama kaum millenial.

Langkah ini penting dilakukan sebagai upaya menjaga NKRI dan Pancasila secara utuh menyeluruh.

"Sebagai generasi penerus, banyak kaum millenial tidak tahu sejarah bagaimana bangsa ini terbentuk. Ditambah menurut hasil survei lembaga seperti UIN Syarif Hidayatullah menyebutkan bahwa kelompok siswa yang tidak setuju Pancasila sebagai dasar negara makin meningkat. Hal ini seiring dengan penelitian LIPI yang menunjukkan kristalisasi politik identitas justru di kelompok masyarakat terdidik, baik yang berpendidikan S3, S2 maupun S1,"kata Khofifah.

Menurutnya, penguatan nilai juang dan ideologi Pancasila ini menjadi masalah dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Dibutuhkan sinergi semua elemen, khususnya LVRI sebagai organisasi para veteran yang nemiliki pengalaman langsung bagaimana berjuang dan berkorban untuk mempertahankan Indonesia.

Ke depan Pemprov Jatim bersama LVRI akan bergerak ke sekolah-sekolah khususnya SMA dan SMK di Jatim untuk mengajarkan nilai patriotik dan nilai juang 45 kepada para siswa. Pemprov Jatim juga segera membuat MoU dan Perjanjian Kerjasama dengan LVRI terkait hal ini.

"Kelompok millenial memiliki dunia yang berbeda dari baby boomers dan Generasi X, mereka berinteraksi serba digital, cara berkomunikasi dengan mereka pun dengan rumpun bahasa dan cara yang berbeda. Jadi diperlukan program dengan formulasi khusus agar mereka tertarik dan betah mengikutinya sehingga efektif," katanya.

Mantan Menteri Sosial ini lantas bercerita program napak tilas wisata sejarah yang pernah dilakukan di Kementerian Sosial. Program ini mengajak siswa sekolah baik negeri, swasta maupun sekolah bertaraf internasional di Jakarta untuk berkeliling ke tempat-tempat bersejarah.

Mulai Lubang Buaya, TMP Kalibata sampai Museum Satria Mandala.

Dalam program ini, para siswa dikenalkan sejarah perjuangan bangsa. Seperti di TMP Kalibata, para siswa melakukan tabur bunga dan menghormati para pahlawan dengan mendoakannya.

Di sana mereka juga dapat melihat film dokumenter yang diputar di teater room. Terakhir, di Museum Satria Mandala mereka diminta menyampaikan kesan dan pesan.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved