Mengenal Anemia, Gejala dan Penyebabnya dari Dokter Spesialis Hematologi Onkologi Medik

Anemia yaitu kondisi di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal.

Mengenal Anemia, Gejala dan Penyebabnya dari Dokter Spesialis Hematologi Onkologi Medik
SURYA.co.id/Sugiharto
Dokter spesialis hematologi-onkologi medik MedicElle Clinic, dr Een Hendarsih SpPD-KHOM 

SURYA.co.id | SURABAYA - Anemia yaitu kondisi di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal.

Hal itu disampaikan dokter spesialis hematologi-onkologi medik MedicElle Clinic, dr Een Hendarsih SpPD-KHOM.

Menurut World Health Organization atau WHO, Een mengungkapkan, kriteria anemia yaitu ketika hemoglobin pada pria dewasa kurang dari 13 g/dl, pada wanita dewasa tidak hamil kurang dari 12 g/dl dan pada wanita hamil kurang dari 11 g/dl.

"Tanda dan gejala yang timbul tergantung beberapa hal yaitu kadar hemoglobin, usia, kecepatan penurunan Hb,dan ada tidaknya penyakit jantung serta paru," tutur Een, Sabtu (13/7).

Gejala umum yang kerap dikeluhkan, Een memaparkan, yaitu merasakan 5L yakni lemah, lesu lelah, letih dan lalai.

"Selain juga merasakan mata yang berkunang-kunang, seperti ketika mengubah posisi duduk menjadi berdiri. Telinga juga merasa berdenging, serta ada keluhan sesak nafas dan mual," tutur Een.

Ada pula gejala-gejala khusus pada anemia karena kekurangan zat gizi, anemia karena kekurangan B12/ asam folat, anemia karena hemolitik dan anemia karena aplastik.

"Anemia yang terjadi karena kekurangan gizi biasanya memiliki gejala sakit saat menelan dan lidah terasa licin," tutur Een.

Sementara anemia yang disebabkan kekurangan vitamin B12/ asam folat biasanya mengalami radang lidah atau glistis dan gangguan saraf.

"Kalau anemia hemolitik biasanya kulit menjadi kuning dan terjadi pembesaran limpa dan hati. Sementara anemia aplastik biasanya terjadi demam dan mudah berdarah," papar Een.

Mengenai penyebabnya, bermacam-macam.

Pada anemia kekurangan zat besi, misalnya, terjadi karena kurang asupan gizi, meningkatnya kebutuhan zat besi seperti ibu hamil, serta meningkatnya pengeluaran zat besi seperti menstruasi yang lama, tukak lambung dan cacingan.

"Sementara anemia karena kekurangan vitamin B12 atau asam folat disebabkan kurangnya asupan gizi seperti jarang mengonsumsi sayur, serta karena gangguan penyerapan misalnya disebabkan operasi lambung," tutur Een.

Anemia karena sel darah merah mudah pecah atau hemolitik, Een melanjutkan, bisa disebabkan penyakit autoimun dan gangguan pada dinding sel darah merah atau yang biasa disebut thallasemia.

"Di Indonesia sendiri memakai kriteria Hb kurang dari 10 g/dl sebagai awal pencarian penyebab anemia," tutur Een.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved