Berita Surabaya

Kasus Amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya, Pekan Depan Kejati Jatim akan Lakukan Ini

Berkas perkara atas nama enam tersangka tersebut, belakangan diketahui bolak-balik dari penyidik ke jaksa peneliti.

Kasus Amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya, Pekan Depan Kejati Jatim akan Lakukan Ini
SURYA.co.id
Jalan Raya Gubeng ambles beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim akan menentukan sikap terkait kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya pekan depan.

Apakah kasus itu akan dihentikan atau dipertajam keterlibatan peran pihak lain untuk bisa dijadikan tersangka.

Terkait peliknya kasus ini, Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Asep Maryono mengaku pekan depan pihaknya bakal melakukan ekspos terhadap perkembangan kelengkapan berkas kasus ini.

“Untuk membuat konstruksi dakwaan, dibutuhkan bahan yang lengkap. Namun, alur perintah atas proyek ini sudah nampak. Yang pasti apakah (penyidikan) di-SP3 atau di-P21 saya bakal umumkan pekan depan,” ujar Asep, Sabtu, (13/7/2019).

Rumitnya kasus ini, tampak dari lamanya penyidikan yang dilakukan Polda Jatim.

Terhitung 6 bulan sejak diumumkan penetapan tersangka pada Januari 2019, penyidikan kasus ini belum juga dinyatakan sempurna atau P-21 oleh jaksa peneliti Kejati Jatim.

Bahkan, berkas perkara atas nama enam tersangka tersebut, belakangan diketahui bolak-balik dari penyidik ke jaksa peneliti.

Untuk diketahui, penyidik telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Keenam tersangka itu antara lain berinisial BD, RW, AP, RH, LAH dan AKEY.
Mereka merupakan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

Sempat juga nama Fuad Bernardi, putra wali kota Surabaya Tri Rismaharini muncul dalam proses penyidikan kasus ini.

Bahkan Fuad sempat diperiksa penyidik Polda Jatim pada Maret 2019 lalu.

Sedangkan, keenam tersangka disangka Pasal 192 ayat 2 KUHP dan Pasal 63 ayat 1 Undang-undang Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Mereka dianggap lalai saat pengerjaan proyek basement RS Siloam sehingga menyebabkan jalan ambles dan mengganggu lalu lintas. (Syamsul Arifin)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved