Akibat, Cara Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Anemia

Kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal atau yang biasa disebut anemia memberikan beberapa dampak yang buruk bagi tubuh

Akibat, Cara Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Anemia
SURYA.co.id/Sugiharto
Dokter spesialis hematologi-onkologi medik MedicElle Clinic, dr Een Hendarsih SpPD-KHOM 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal atau yang biasa disebut anemia memberikan beberapa dampak yang buruk bagi tubuh.

Dokkter spesialis hematologi-onkologi medik MedicElle Clinic, dr Een Hendarsih SpPD-KHOM, menuturkan bahwa secara umum, anemia menyebabkan menurunnya konsentrasi dan kebugaran.

"Hal ini karena tubuh mendapatkan sedikit oksigen sehingga muncul keluhan seperti penurunan konsentrasi serta kebugaran," tutur Een, Sabtu (13/7/2019).

Mengenal Anemia, Gejala dan Penyebabnya dari Dokter Spesialis Hematologi Onkologi Medik

Selain itu, anemia juga bisa membuat wajah tampak lebih pucat sehingga bisa mengurangi kecantikan seseorang.

Tak hanya itu, lanjut Een, anemia juga berdampak meningkatkan kerja jantung dan menyebabkan lemah jantung.

"Karena oksigen yang masuk dalam tubuh sedikit maka jantung harus bekerja berkali lipat," tutur Een.

Lebih spesifik lagi, anemia pada remaja dapat menimbulkan beberapa masalah di antaranya yaitu menurunnya konsentrasi belajar dan menganggu pertumbuhan.

"Sementara pada ibu hamil, anemia dapat menimbulkan keguguran, menyebabkan pendarahan setelah melahirkan, dan kematian janin," papar Een.

Apakah anemia hanya bisa diobati melalui transfusi darah?

Een menuturkan, dokter menentukan tindakan transfusi darah melalui banyak pertimbangan. Hal ini karena transfusi darah memiliki banyak risiko.

"Ketika darah dari orang lain masuk ke tubuh, bisa terjadi reaksi penolakan, mulai dari yang ringan hingga berat. Kalau yang ringan barangkali seperti merasa gatal dan demam. Belum lagi risiko penularan penyakit seperti hepatitis B, hepatitis C, serta virus-virus lainnya," papar Een.

Pengobatan anemia, Een menjelaskan, disesuaikan penyebabnya.

"Kalau karena kekurangan zat besi, ya pengobatannya dengan cara menambahkan zat besi. Kalau karena kekurangan asam folat, pengobatannya dengan cara memberikan asam folat. Ada juga tindakan steroid, transplantasi, kemoterapi dan lain sebagainya," papar Een.

Namun, sebelum terjangkit anemia, ada baiknya melakukan pencegahan.

"Anemia karena kurang asupan gizi dapat dicegah melalui meningkatkan konsumsi gizi baik nabati maupun hewani dan mengobati penyakit dasarnya seperti menanggulangi wasir atau mentsruasi," jelas Een.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved