Berita Surabaya

Stasiun TV dan Radio FM Tak Kantongi Izin Frekuensi Radio (ISR) Terancam Dihentikan

Kepala Balai Monitor (Balmon) Kelas I Surabaya Jatim Sensilaus Dore menjelaskan stasiun televisi dan radio fm wajib mengantongi izin frekuensi radio.

Stasiun TV dan Radio FM Tak Kantongi Izin Frekuensi Radio (ISR) Terancam Dihentikan
foto: istimewa
Kepala Balai Monitor Kelas I Surabaya Jatim Sensilaus Dore dalam sebuah acara. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Balai Monitor (Balmon) Kelas I Surabaya Jatim Sensilaus Dore menjelaskan stasiun televisi dan radio fm wajib mengantongi izin frekuensi radio (ISR).

Hal itu dimaksudkan sebagai bentuk kewajiban dari pihak penyelenggara staisun tv maupun radio fm yang harus dipenuhi.

selepas memanfaatkan frekuensi gelombang radio di suatu daerah untuk kepentingan menyampaikan informasi ataupun bisnis.

“Hak menyiar boleh, tapi harus ada kewajiban yang harus dipenuhi. Ya kan harus ada perizianannya agar statusnya menjadi legal,” kata Sensi sapaan akrabnya, Jumat (12/7/2019).

Ia menerangkan, memperoleh perizinan ISR tersebut melibatkan beberapa isntitui.

Mulai dari Komisi penyiaran indoensia (KPI),  Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPI), dan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI).

“Jadi itu ada beberapa unsur; administrasinya, penyelenggaranya, dan teknisnya. Jadi melibatkan KPI, Ditjen PPI, dan Ditjen SDPPI,” lanjutnya.

Idealnya, Sensi menerangkan, sebuah stasiun tv maupun radio fm, yang hendak memancarkan siaran layanan informasi memanfaatkan frekuensi radio di suatu wilayah tertentu, wajib mengantongi ISR.

Memperoleh ISR perlu diawali dengan mengurus izin Rekomendasi Kelayakan (RK).

Pihak stasiun tv dan radio fm akan memperoleh RK berdasarkan rekomendasi dari pihak Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), setelah melalui mekanisme forum dengar pendapat.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved