Berita Blitar

Silpa APBD 2018 di Kota Blitar Capai Rp 211 Miliar, Ini Penyebabnya

Dalam rapat itu akhirnya diketahui penyebab besarnya silpa APBD 2018. Silpa APBD 2018 mencapai Rp 211 miliar.

Silpa APBD 2018 di Kota Blitar Capai Rp 211 Miliar, Ini Penyebabnya
surya.co.id/samsul hadi
Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto 

SURYA.co.id | BLITAR - Salah satu penyebab besarnya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) APBD Kota Blitar karena banyak proyek gagal lelang pada 2018.

Untuk itu, DPRD meminta organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengantisipasi hal itu dalam memanfaatkan dana silpa pada perubahan APBD 2019 ini.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto usai rapat gabungan komisi DPRD dan perwakilan OPD dalam membahas rancangan Perubahan APBD 2019, Jumat (12/7/2019).

Dalam rapat itu akhirnya diketahui penyebab besarnya silpa APBD 2018.

Silpa APBD 2018 mencapai Rp 211 miliar.

Angka itu naik dibandingkan silpa APBD 2017 yang hanya sebesar Rp 129 miliar.
Berdasarkan laporan dari beberapa OPD, penyebab utama besarnya silpa karena banyak proyek fisik yang gagal lelang pada 2018.

"Akhirnya ketemu penyebab utama besarnya silpa karena banyak proyek yang gagal lelang pada 2018. Kami minta OPD untuk mengantisipasinya dalam pemanfaatan dana silpa di Perubahan APBD 2019 ini," kata Totok.

Totok mengatakan dari hasil rapat gabungan juga terlihat OPD mana yang tidak maksimal menyerap anggaran sehingga membuat besarnya silpa.

Antara lain, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Diskominfotik, RSUD Mardi Waluyo, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sejumlah proyek fisik dengan anggaran besar di beberapa OPD itu gagal lelang pada 2018.
Misalnya, proyek fiber optik senilai Rp 12 miliar di Diskominfotik dan proyek lanjutan pembangunan SMPN 3 senilai Rp 23 miliar di Dinas Pendidikan batal dikerjakan pada tahun lalu.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved