Sidoarjo Berencana Bangun Instalasi Listrik Tenaga Sampah

Pemkab Sidoarjo menandatangani MoU dengan BPPT untuk mengembangkan teknologi pengelolaan sampah terpadu yang bisa diubah jadi listrik

Sidoarjo Berencana Bangun Instalasi Listrik Tenaga Sampah
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam rangka pengembangan teknologi pengelolaan sampah terpadu. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo masih dipusingkan urusan sampah. Saban hari, volume sampah di Sidoarjo mencapai 1.200 ton, sementara TPA (tempat pembuangan akhir)-nya sudah overload.

Yang terbaru, Pemkab Sidoarjo melakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam rangka pengembangan teknologi pengelolaan sampah terpadu.

Kesepakatan bersama yang ditandatangani Pemkab Sidoarjo dengan BPPT meliputi pengkajian dan kebijakan teknologi, pengkajian dan penerapan teknologi di bidang agroindustri dan bioteknologi, serta pengkajian dan penerapan teknologi di bidang pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan.

Selain itu, juga disepakati tentang pengkajian dan penerapan teknologi industri rancang bangun dan rekayasa, serta pengkajian dan penerapan teknologi informasi, energi dan material.

"Ini sebagai langkah-langkah untuk mengatasi persoalan sampah. Semoga upaya ini membawa manfaat besar bagi kemajuan masyarakat Sidoarjo,” ujar Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah.

Penandatanganan MoU ini merupakan bentuk komitmen bersama antara BPPT yang akan memberikan dukungan untuk melakukan kajian menyeluruh bagi Pemerintah Daerah untuk mewujudkan peningkatan mutu pembangunan di daerah.

Ketika bertemu dengan Kepala BPPT, Hammam Riza, bupati juga mengaku telah berdiskusi panjang lebar tentang masalah sampah di Sidoarjo.

Kondisi sampah yang setiap hari mencapai kisaran 1.200 ton, dalam diskusi tersebut, berpeluang dilakukan kerjasama teknologi pengelolaan sampah untuk menghasilkan energi listrik.

Disebut bahwa hak itu juga mendapat sambutan baik. BPPT juga bakal memfasilitasi pembangunan instalasi listrik tenaga sampah (PLTSa) di Jabon, Sidoarjo.

Di sisi lain, sejak beberapa waktu lalu pemerintah juga sedang sibuk membangun sanitary landfil. Dijadwalkan, pembangunan tempat pengolahan sampah menjadi kompos di Jabon itu selesai pada tahun 2020 mendatang.

"Jika pengoperasian sanitary landfil sudah lancar semua, dan sesuai perencanaan, TPA bakal ditutup," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Sigit Setyawan.

Diharapkan, berbagai program yang dilakukan bisa mengatasi persoalan-persoalan sampah di Kota Delta. Dari total volume sampah sebanyak 1.200 ton per hari, yang masuk ke TPA mencapai 700 ton per hari.

"Jumlah tersebut harus dikurangi, saat sanitary landfill beroperasi. Karena sanitari landfill punya batas usia kemampuan. Semakin banyak sampah yang masuk, bakal semakin mempercepat batasannya," sambung dia.

Karena itu, DLHK harus mengoptimalkan TPST di berbagai wilayah. Semakin banyak sampah yang tuntas di TPST, semakin sedikit yang harus dibawa ke sanitary landfill.

Dan jika sampah bisa dikelola menjadi listrik atau sebagainya, disebutnya, tentu akan semakin bagus untuk Sidoarjo.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved