Sejumlah Alasan Batu Bara sebagai Sumber Energi Alternatif, PLN termasuk yang mulai Manfaatkannya

Menurut Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian Teddy Caster Sianturi limbah pembakaran batu bara untuk sumber energi listrik.

Sejumlah Alasan Batu Bara sebagai Sumber Energi Alternatif, PLN termasuk yang mulai Manfaatkannya
foto: istimewa/cnbc indonesia
Ilustrasi pertambangan batu bara 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumah industri mulai memanfaatkan batu bara sebagai sumber energi alternatif, seperti PLN, Perokimia, semen, dan pupuk.

Mereka menyadari perlunya pemanfaatan sumber energi alternatif ini karena beberapa alasan. Selain sumber migas yang terbatas dan cukup membebani APBN, batu bara masih dapat diandalkan untuk jangka waktu lama setidakya 50 tahun kedepan.

Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian Teddy Caster Sianturi dalam satu kesempatan mengemukakan, fly ash dan bottom ash (faba) sebagai limbah padat yang dihasilkan dari pembakaran batubara pada pembangkit tenaga listrik, sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi substitusi bahan baku, sebagai substitusi sumber energi.

Industri manufaktur berperan penting dalam implementasi konsep circular economy atau ekonomi berkelanjutan. Selain akan menjadi tren dunia, konsep tersebut dinilai mempunyai kontribusi besar dalam penerapan pola produksi dan konsumsi berkelanjutan.

Sejalan dengan standar industri hijau yang mampu berperan meningkatkan daya saing sektor manufaktur di masa depan, sesuai implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Dalam perkembangannya faba dapat diolah menjadi produk lain yang bermanfaat seperti genteng atau produk lain seperti paving block," tandas Teddy.

Namun, prosedur yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terlalu rigid, karena didasarkan kepada Peraturan Pemerintah (PP) No. 101 tahun 2014 yang memasukkan faba sebagai limbah B3, dan dilakukan dalam rangka pengendalian dampak lingkungan hidup.

Limbah B3 tersebut karena sifat atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia, serta makhluk hidup lain.

Pemerintah sudah beberapa kali menggulirkan sejumlah paket penyederhanaan peraturan dalam bentuk paket kebijakan ekonomi, namun khusus untuk faba masih tetap dikategorikan sebagai limbah B3.

Dengan dikategorikan sebagai limbah B3, prosedur yang harus dilalui dirasa sangat sulit oleh pengusaha yang bergerak dalam industri tersebut.

Halaman
123
Penulis: Yoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved