PSI Dorong Kader Mudanya ke Bursa Calon Wali Kota Surabaya. Ini Tanggapan Pengamat

Menurutnya kepemimpinan Risma yang sukses seperti sekarang ini harus diteruskan oleh suksesor yang juga punya spirit sama.

PSI Dorong Kader Mudanya ke Bursa Calon Wali Kota Surabaya. Ini Tanggapan Pengamat
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jelang Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020 yang kian dekat, nama-nama baru terus dimunculkan dalam bursa bakal calon wali kota Surabaya.

Begitu juga Partai Solidaritas Surabaya (PSI). Partai yang memperoleh empat kursi di DPRD Kota Surabaya ini juga mendorong kader muda terbaiknya untuk masuk dalam bursa Pilwali Kota Surabaya.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh ahli filsafat bisnis yang juga politisi PSI, Andre Vincent Wenas.

Bagi Andre, Pilwali Surabaya mendatang menjadi penting karena akan menjadi penentu legacy atau warisan Wali Kota dua periode Tri Rismaharini bisa diteruskan.

Menurutnya kepemimpinan Risma yang sukses seperti sekarang ini harus diteruskan oleh suksesor yang juga punya spirit sama.

"Surabaya adalah kota terbesar kedua setelah Jakarta, jadi sangat penting dari segi ekonomi maupun sosial politik dan kebudayaan," ucap Andre, Jumat (12/7/2019).

Atas dasar itu, Andre berharap kader PSI juga turut berperan dalam membangun dan memimpin Surabaya ke depan.

Walau mengaku belum tahu siapa kader PSI yang akan maju ke kontestasi akbar tersebut, politisi yang aktif menulis kolom bisnis di berbagai media nasional tersebut mengindikasikan dukungannya pada sosok Dhimas Anugrah.

Nama Dhimas sendiri beberapa kali disebut oleh sejumlah elemen. Selain partai, juga oleh komunitas peduli Surabaya, Kompi.

"Saya percaya Bro Dhimas Anugrah, ia kader hebat dari PSI yang punya kapasitas mumpuni untuk meneruskan amanah ini. Surabaya butuh style kepemimpinan yang berani melakukan terobosan-terobosan, seperti yang sudah dicontohkan Bu Risma dan juga Pak Ahok di Jakarta," kata Andre.

Ia melanjutkan, Dhimas punya kapasitas kepemimpinan visioner untuk membawa Kota Surabaya ke masa depan yang lebih baik, tanpa melupakan dimensi kesejarahan Kota Surabaya yang legendaris.

Di lain pihak, mencuatnya nama kader PSI dinilai oleh Ketua Surabaya Politics and Culture Society (SPCS), Heri Si sebagai sesuatu yang wajar. Ia menilai bahwa nama-nama yang beredar dalam bursa calon Wali Kota Surabaya memiliki potensi dan kekuatannya masing-masing.

"Boleh-boleh saja kalau saat ini partai-partai mulai perkenalkan kandidatnya ke publik untuk maju di Pilwali. Yang terpenting apakah kandidat itu termasuk qualified atau tidak," kata Heri.

Malam menurutnya yang paling bagus adalah kombinasi birokrat dan kader yang cakap dari partai akan menjadi opsi kolaborasi memimpin Surabaya yang hebat.

"Secara pribadi saya lebih cenderung mempercayakan pada anak muda untuk pimpin Surabaya karena mereka kreatif dan berani. Ada Gus Hans, Dhimas Anugrah, Azrul Ananda, atau Andre Hehanusa," pungkas Heri.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved