Preseden Buruk bagi Jokowi bila Terima Habib Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi, Pesan PAN & Mahfud MD

Pihak Gerindra dan kubu Prabowo Subianto terlihat menggebu-gebu memasukkan Imam Besar FPI dalam syarat rekonsiliasi.

Preseden Buruk bagi Jokowi bila Terima Habib Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi, Pesan PAN & Mahfud MD
Kolase/Kompas.com
Rizieq Shihab dan Bara Hasibuan 

SURYA.co.id | JAKARTA - Pihak Gerindra dan kubu Prabowo Subianto terlihat menggebu-gebu memasukkan Imam Besar FPI dalam syarat rekonsiliasi.

Namun, Presiden Jokowi pun mendapat peringatan dari berbagai kalangan agar tak memenuhi syarat tersebut.

Di antaranya peringatan dari Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan maupun pakar tatanegara Mahfud MD.

Menurut Bara Hasibuan, jika Presiden Jokowi menerima syarat itu, maka akan menjadi presdeden buruk bagi pilpres yang akan datang.

Sebab, kasus yang ditanggung Rizieq Shihab sebagian ada kasus pidana.

Berikut pesan penting dari Bara Hasibuan dan Mahfud MD agar Presiden Jokowi tidak menerima syarat itu dari Gerindra.

"Saya ingin menyerukan kepada presiden untuk menolak persyaratan tersebut karena ini bisa menjadi preseden buruk bagi pemilihan-pemilihan presiden berikutnya," kata Bara Hasibuan di Gedung DPR, Jumat (12/7/2019).

Wakil Ketua Umum DPP PAN Bara Hasibuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2018).
Wakil Ketua Umum DPP PAN Bara Hasibuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2018). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Bagi Bara Hasibuan, rekonsiliasi pascapilpres mestinya dilepaskan dari masalah hukum yang menyandung Rizieq Shihab.

Bara pun menilai, pengajuan kepulangan Rizieq Shihab sebagai syarat rekonsiliasi tidak etis.

Menurut Bara, kubu Prabowo seharusnya tidak menyertakan syarat dalam rekonsiliasi.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved