Polisi Bekuk 2 Jambret yang Sudah Berkali-Kali Beraksi di Jombang

Kedua pelaku mengaku sudah beraksi lebih dari 10 kali di pada 10 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jombang dan sekitarnya

Polisi Bekuk 2 Jambret yang Sudah Berkali-Kali Beraksi di Jombang
tribunnews.com
ilustrasi 

SURYA.co.id | JOMBANG - Petugas Polres Jombang membekuk dua jambret yang selama ini bersama komplotannya kerap beraksi di wilayah Jombang dan sekitarnya.

Kedua begal itu adalah Didik Hariadi (23) dan Aprianto Wasikin (24) warga Desa Sumberagung, Kecamatan Perak.

Kedua pelaku mengaku sudah beraksi lebih dari 10 kali di pada 10 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam dan luar kota Jombang, di antaranya hingga Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri.

Aksi tersebut dilakukan dalam kurun waktu dua bulan, yakni April hingga Mei 2019.

Kepada Polisi, kedua pelaku juga mengaku menjambret tidak hanya berdua saja, melainkan juga dibantu tiga temannya secara bergantian.

Ironisnya, salah satu rekan pelaku yang sudah ditangkap sebelum ini ternyata masih di bawah umur, yakni RP (17) warga Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Dua pelaku lain, M (24) dan R (19) asal Kecamatan Perak, masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, rata-rata sasaran para pelaku adalah perempuan yang biasa menggunakan handphone (HP) saat berkendara.

Pelaku kemudian memepet korbannya dengan sepeda motor yang mereka kendarai lalu langsung merampas barang bawaannya, seperti HP, tas dan perhiasan.

"Pengakuan para pelaku, mereka sudah beraksi lebih dari sepuluh kali Kecamatan Gudo, Megaluh, Area barat kampus Stikip Jombang, Jalan Raya Mojosongo dan Kunjang Kediri, selama Bulan April hingga Mei 2019," ujarnya, Jumat (12/7/2019).

Kini Polisi masih terus memburu dua pelaku lain yang masih melarikan diri. Dari tangan para pelaku, disita dua buah sepeda motor yamaha Vixion S 4997 ZW dan Honda CBR150 tanpa plat nomor yang dijadikan sebagai sarana menjambret.

Selain itu, juga disita barang bukti sebuah HP Oppo A3s yang diduga merupakan hasil kejahatan tersebut.

Atas perbuatannya, para pelaku akan dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. "Ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara", pungkasnya.

Penulis: Sutono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved