Berita Gresik

Ketua Panitia Pilkades di Gresik Mengundurkan Diri Alasan Bingung Sikapi Aturan Pilkades

Kurang dari tiga pekan masyarakat Gresik akan merayakan pesta demokrasi, Pilkades. Namun seorang panitia mengundurkan diri.

Ketua Panitia Pilkades di Gresik Mengundurkan Diri Alasan Bingung Sikapi Aturan Pilkades
foto: istimewa
logo pilkades 

SURYA.co.id | GRESIK – Kurang dari tiga pekan masyarakat Gresik akan merayakan pesta demokrasi, Pilkades. Namun, satu ketua panitia di Desa Sembayat memilih mengundurkan diri.

Ketua Panitia Pilkades Desa Sembayat Ainur Rohim mengaku memilih mundur banyaknya desakan yang terjadi ditambah lagi ruwetnya aturan.

Hal ini memantapkan niatnya dengan membuat surat pengunduran diri ditandatangani di atas materai dan diserahkan ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Rohim mengaku aturan pelaksanaan Pilkades tidak seragam antara peraturan daerah dengan pusat. Apalagi ada salah satu calon kades yang pernah terlibat kasus korupsi. Pihaknya kebingungan harus berpatokan dengan aturan yang mana untuk menetapkan aturan.

"Saya mundur karena saya tidak ingin ada keputusan lalu dipermasalahkan. Apalagi aturan daerah dan pusat ini tidak sama," jelasnya, Jum'at (12/7/2019).

Menurut Perbup, salah satu syarat yang harus dipenuhi calon kades yang pernah terjerat kasus korupsi yakni mendapat rekomendasi dari Pengadilan Negeri (PN). Rohim mengaku persoalan itu sudah ia komunikasikan dengan Dinas PMD.

“Ini yang membuat bingung,” terangnya.

Salah satu calon kades Sembayat, Sauji hanya diminta surat keterangan dari tipikor. Menurutnya, kalau memang satu diminta artinya semua calon juga diminta melampirkan surat.

Selain itu, persoalan lain yang menambah bebannya adalah belum cairnya anggaran pilkades dari Pemkab Gresik. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak tanpa adanya anggaran. Padahal, pelaksanaan pilkades kurang 19 hari lagi.

Dihubungi terpisah, PJ Kades Sembayat Ahsan sudah mengetahui kabar pengunduran diri tersebut. Namun hingga kini pihaknya belum menerima surat pengunduran diri dari Ainur Rohim.

Ahsan mencoba menggambarkan apa yang dialami oleh Ainur, sebab jika panitia meloloskan calon kades yang pernah tersangkut kasus korupsi, panitia bakal mendapat tekanan dari calon lain, begitu juga sebaliknya.

Dalam waktu dekat pihaknya beserta BPD bakal melakukan rapat. “Bagaimanapun pilakdes di Sembayat tetap harus berjalan,” tutupnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved